Suasana ruang makan itu kembali hening akibat kecanggungan yang mereka rasakan. Kali ini bukan karena Val yang mengeluarkan aura tidak enak. Tidak. Tapi karena sang anak manis terus saja mengabaikan omongan orang tuanya. Wajahnya yang pucat hanya diam menatap kosong gelas darahnya. Hanya dia dan sang mama yang meminum cairan pekat itu. Di meja makan, di mana bahkan kakaknya bahkan bisa ikut memakan makanan mewah yang tersaji di sana dalam diam. "Triqi-" Ucapan Qian terpotong saat anak itu memaksakan satu potong daging sapi masuk seluruhnya ke mulut kecilnya. Mata Triqi membulat, sebelum wajahnya memerah dan membuat semua orang disana khawatir akan kondisinya. "Keluarkan makanan itu sekarang juga Triqi!" Valan yang memang duduk di sebelah Triqi segera menepuk punggung anak itu sedikit

