INAD 42

1116 Words

"Kamu baik Sayang?" Triqi memandang sayu Qian yang tengah mengusap rambutnya. Tatapannya rumit. Triqi bingung, kenapa orang tuanya tidak ingin menyelamatkan ayah kandungnya jika caranya hanya tinggal menggunakan darahnya? Dia tidak akan mati karena itu. Sedikit kehilangan darah jelas berarti jika itu bisa membangkitkan ayahnya. Jangan bilang........ Mamanya memang tidak mencintai ayahnya. Hingga dia membiarkan Tritan mati begitu saja. "Hei..... Apa yang kamu pikirkan hm?" Tanpa sadar Triqi menepis tangan Qian yang terulur untuk mengusap kepalanya. Wajah Triqi terlihat dingin. Dia butuh waktu untuk mencerna segalanya. Sama ketika Triqi akhirnya tahu dia lahir dari ayah yang berbeda. Qian yang tahu perubahan mood anaknya hanya tersenyum miris. Dia menatap Val yang juga menatapnya. Tamp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD