Hari yang Menyebalkan

1021 Words
Sea terus ngedumel kesal bukan main baru juga satu hari tapi dia sudah di buat darah tinggi gadis itu menoleh kebelakang menatap tajam mereka yang masih berebut bola di lapangan sungguh menyebalkan bukannya minta maaf mereka justru meledek Sea. " apes banget sih gue ketemu sama tu cowok!! bukannya minta maaf malah bilang gue mirip tiang basket!! " gerutu Sea yang masih menatap tajam laki-laki yang tadi berdebat dengannya " RAIN!!!!!!!!!!!! " pekik girang para siswa yang duduk di bangku penonton sedangkan yang bersangkutan malah justru tebar pesona dengan melempar senyum genit kearah Sea entah sejak kapan laki-laki itu menatapnya Sea bergidik mendapat senyum genit itu " dih apaan sih sok ganteng banget!! jadi namanya Rain " batin Sea, tidak ingin berlama lagi Sea berlalu pergi berada disana akan justru semakin membuatnya gumoh dengan tingkah menyebalkan Rain. Lagi-lagi karena tidak fokus melihat jalan dan terus tolah-toleh mencari keberadaan Sky, Sea malah tersandung kakinya sendiri bukan itu saja dirinya bahkan sampai menyeruduk para Ladies yang baru saja keluar dari ruang aula, tubuh mereka malah saling tindih seperti tumpukan beras. Apa yang dibilang Tante Ros memang benar hari sial tidak ada di kalender baru juga lepas dari laki-laki menyebalkan Sea justru menimpa masalah. " Bangun woy pinggang gue sakit!! " " kaki gue kejepit, b**o!!! " " rambut gue nyangkut di ketiak Lo!! " " kacamata gue kegencet!! " Sea cepat berdiri mendengar pekikan orang-orang yang ada di bawahnya meskipun dia juga merasa lengannya terasa nyeri hampir saja Sea kembali hilang keseimbangan karena salah satu di mereka tiba-tiba mendorongnya hingga menghantam tembok. " Lo nggak punya mata ya badan Segede gini nggak liat!! " cecar salah satu dari mereka " maaf gue nggak sengaja soalnya tadi buru-buru " seru Sea mengibaskan tangannya yang masih terasa nyeri " eh bentar deh Lo bukanya anak baru ya? anak kelas XI IPA2 kan? " tanya gadis berambut pendek, Sea hanya mengangguk " kenalin gue Mavin, ini Raya, yang pakek kacamata itu Deli dan yang rambut panjang itu namanya Anggika " gadis berambut pendek itu memperkenalkan dirinya dan juga teman-temannya " gue Sea, maaf gue nggak sengaja " balas Sea dengan mengulurkan tangannya pada Anggika tapi gadis itu justru melengos lalu pergi diiringi oleh Raya dan juga Deli tanpa menerima sambutan tangan Sea " Anggika orang nya emang kayak gitu " ucap Mavin tersenyum lalu pergi setelah menepuk pundak Sea. Waww sungguh luar biasa sambutan alam semesta pada Sea hari ini, menghela nafas berat Sea mencoba menetralisir kan dirinya agar kembali bersemangat beberapa kali Sea menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskan dengan pelan dan tetap tersenyum sebelum melanjutkan perkataannya mencari Sky. Padahal bisa saja Sea menghubungi Sky tanpa harus capek kesana kemari mencari keberadaan laki-laki itu. " ok... tenang Sea!!! awali harimu dengan senyuman walaupun sejak mata gue melek tadi bukannya ketenangan yang gue dapat malah bencana yang gue gali " gerutu Sea pada dirinya sendiri " sekarang gue butuh yang adem-adem karena tenggorokan gue udah mulai kemarau dan jangan sampe gue dehidrasi disini " kicau Sea pada tembok yang berdiri kokoh. Sea tersenyum puas setelah mengantri panjang di kantin akhirnya dia mendapatkan apa yang dia inginkan untuk menyegarkan tenggorokannya, dan taman belakang sekolah kini menjadi tempat selanjutnya bagi Sea untuk mencari keberadaan Sky. " akhirnya tenggorokan gue bisa lembab lagi seperti wajah yang baru aja di tepuk pake toner " ujar Sea yang entah pada siapa " aduh Sky... kamu dimana sih cari kamu aja susah banget kaya nungguin kambing glowing!! huh.... " Sea menghela nafas lelah menatap kesekelilingnya " apa gue telfon aja ya orang nya? tapi kalo gue teflon malah nggak surprise lagi dong sedangkan niat gue kan mau kasih dia surprise!! " Sea yang masih bermonolog pada dirinya sendiri. Sea duduk di bangku pinggir taman menoleh kesana kemari mata Sea justru tertuju pada laki-laki yang duduk seorang diri dibawah pohon asik dengan dunianya sendiri padahal tidak jauh dari laki-laki itu ada beberapa siswa yang asik mengobrol. Sea masih menatap lekat laki-laki disana entah kenapa dia merasa laki-laki itu memiliki daya tarik yang luar biasa, seutas senyum kecil tercetak di wajah imut Sea, cool hanya satu kalimat itu yang keluar dari mulutnya. Gadis itu menggeleng bagaimana mungkin dia memuji laki-laki lain sedangkan hatinya sudah ada yang memiliki dan tidak ingin terus dalam menatap laki-laki itu dia hendak beranjak meninggalkan taman, tapi lagi-lagi kesialan masih menempel pada Sea. " Lo mau ngapain lagi hujan!!!! " ujar Sea dengan geram karena bertemu lagi dengan orang yang sudah menimpuk kepalanya dengan bola basket, kebayangkan sakit nya gimana. " gue Rain! bukan hujan " sahut Rain yang tidak terima " sama aja Hujan kan arti nama Lo " kekeh Sea tidak ingin kalah " beda!! " " sama!! " " beda!! " " sama!! " eyel Sea yang tidak perduli dengan wajah kesal Rain. " Oh wawwwww liat guys kaya nya ada sesuatu nih.... " beberapa gadis menghampiri Sea dan juga Rain. Berbeda dengan Sea yang menatap malas Rain justru tersenyum menyambut kedatangan Anggika and the gank. Sea hanya melirik sekilas Anggika yang menatapnya tajam lalu tersenyum sinis. " kalian ngapain? " Anggika menatap Rain curiga " nggak ngapa-ngapain kok " jawab Rain tersenyum manis sambil membelai rambut panjang Anggika, sumpah Sea merasa mau muntah melihat kebucinan Rain si cowok menyebalkan. Tolong ingatkan Sea akan kejadian ini ya. " kalian saling kenal? " tunjuk Deli pada Sea dan Rain yang saling pandang " kenal " jawab Rain " nggak " potong Sea dengan cepat " So? kalian saling kenal apa nggak? " giliran Raya mengeluarkan suaranya " gue nggak kenal sama dia dan nggak mau kenal juga!! " jawab Sea tegas Sea pergi begitu saja meninggalkan mereka semua tanpa menoleh lagi dia tidak ingin otak dikepalanya semakin mendidih melihat Rain yang menyebalkan berbeda dengan Rain dia justru masih menatap kepergiannya, Sea... entah kenapa Rain jadi penasaran dengan sisi lain gadis itu pemandangan ini juga tidak luput dari mata Anggika, dia merasa Rain ada ketertarikan pada Sea walaupun itu belum pasti tapi Anggika tidak akan mungkin diam saja. Sea!!! nama itu akan menjadi Warning bagi Anggika karena bisa saja gadis itu akan mengambil apa yang selama ini sudah dia genggam.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD