Sekolah Baru

1155 Words
Sea menatap sarapannya tanpa minat belum lagi melihat seorang wanita asing yang juga duduk didepannya, jangan tanya kemana mama dan papanya karena sudah pasti pasangan suami-istri itu sudah berangkat lebih dulu tadi malam Jannis sudah mengatakan pada Sea bahwa dirinya akan berangkat ke Jerman dan suaminya akan ke Lombok terlebih dahulu sebelum menyusulnya terbang ke Jerman entah sampai berapa lama mereka akan disana karena Sea juga tidak perduli, gadis itu sudah terbiasa tanpa kedua orangtuanya. " perkenalkan Sea, nama Tante Rosa Belinda kamu bisa panggil Tante Ros! " ucap wanita itu dengan gaya nyentriknya " kayak nama kakaknya Upin Ipin aja " gumam Sea " apa kamu bilang? " Sea langsung menggeleng cepat begitu Tante Ros mendelik " kamu pasti heran kan kenapa Tante bisa ada disini? " Tante Ros menatap Sea dengan senyum yang sangat menyebalkan " ya iya lah!! pagi-pagi udah ganggu orang tidur terus teriak kayak orang kesurupan mending kalau suaranya bagus " dengus Sea tapi bukannya tersinggung Tante Ros justru tertawa cekikikan " itu namanya improvisasi, Sea " sahut nya dengan Wajah menyebalkan " dih improvisasi apaan suara udah kayak kaleng kejepit gitu " lirik Sea dengan kesal " Tante di minta oleh mama kamu untuk tinggal disini menemani dan menjaga kamu selama dia berada di Jerman. Dan selama itu juga kamu harus mendengar dan mengikuti semua apa yang Tante bilang " ujar Tante Ros " ha? maksudnya gimana? " tanya Sea dengan wajah cengo " kamu harus mengikuti semua peraturan yang Tante buat!! setiap kali kamu mau keluar rumah harus izin dulu sama Tante, pulang sekolah tepat waktu, harus tidur sebelum jam sepuluh malam dan bangun lebih awal tidak boleh mengajak teman laki-laki main kerumah sebelum izin sama Tante apapun yang ingin kamu lakukan harus koordinasi dulu sama Tante!" jawab Ros dengan tegas " WHAT???????? " Sea terlonjak kaget dengan mata melotot " apa What What?? " balas Tante Ros mendelik kesal " ya ampun Tante... aku hidup bukan di jaman penjajahan!! " seru Sea tidak terima " kamu harus hidup disiplin, Sea " balas Tante Ros dengan santai " Ingat kamu selalu dalam pantauan Tante selama dua puluh empat jam, Sea " " kenapa nggak sekalian aja Tante ngintilin aku kesekolah!!! " Sea sungguh dibuat jengkel setengah mati oleh wanita suruhan mamanya ini " emang boleh? kalau Tante sih nggak masalah sekalian Tante bisa bernostalgia lagi pakai seragam putih abu-abu " " ya kali Tante beneran mau ngikutin aku sampe kesekolah bisa malu sampe ubun-ubun diriku!! " bodohnya Sea justru menanggapi serius ucapan Tante Ros " Sekarang buruan kamu habiskan sarapannya lalu berangkat ke sekolah, hari ini adalah hari pertama kamu masuk ke sekolah yang baru jangan sampai kamu terlambat dan buat masalah yang baru ingat hari sial nggak ada di kalender, Sea... " ucap **** Sea menatap pintu gerbang yang masih terbuka lebar di depan sana, ini adalah pemandangan baru bagi Sea gedung sekolah yang bertingkat dua dengan halaman yang sungguh luas banyak tanaman dan pohon-pohon rindang yang membuat area sekolah terlihat sejuk paras siswa berbondong-bondong masuk kedalam sebelum gerbang ditutup. Sea sengaja tidak memberi tahu Sky kalau mereka akan satu sekolah dan ini akan menjadi kejutan untuk dirinya. Gadis itu membayangkan betapa terkejutnya Sky nanti begitu melihat dirinya ada disana, Sea juga berharap bisa satu kelas dengan pemuda itu. " Sea Alexander!! " panggil seorang guru Sea mengangguk sopan lalu mengikuti guru itu masuk kedalam ruang kepala sekolah dan beberapa saat kemudian mereka keluar, Sea akan diantar kekelasnya. Sea akan masuk ke Kelas XI IPA2 dan kelas itu tidak jauh dari ruang aula yang tadi sempat Sea lewati, begitu tiba di depan pintu kelas gadis itu disambut oleh seorang guru yang baru saja akan memulai pelajaran. " perhatian sebentar anak-anak!! kalian akan kedatangan teman baru " seru seorang guru yang diketahui bernama Kartika " ayo silahkan masuk nak " Begitu Sea masuk kedalam kelas kehadirannya langsung disambut dengan sorak kebahagiaan oleh para siswa terutama siswa laki-laki sampai guru itu sedikit kewalahan menenangkan para siswanya. " perkenalkan nama kamu " pinta Ibu Kartika dengan tersenyum " hai semua nama aku Sea Alexander " dengan santai Sea memperkenalkan dirinya " hai Sea............... " seru mereka serentak " Bu Tika..... Sea bisa duduk di sebelah saya aja buk.. yuk Sea di jamin aman kalau duduk sama abang Deden!! " Seru siswa yang bernama Deden " woooooo!! " sorak semua siswa dikelas sedangkan Ibu Kartika hanya terkekeh " dari pada duduk sama Deden mending Sea duduk di sebelah saya aja Bu, bahaya kalau disamping Deden takut nanti Sea sawanan!!!! " sahut salah satunya lagi " hahahaha " gelak tawa terdengar riuh dikelas " eeeeee Lu kira gue mahkluk alus!! " " kan sejenisnya " " hahahahha " para siswa kembali menertawakan Deden " Sudah tenang anak-anak!! Sea kamu sementara duduk di samping Caca saja ya karena kebetulan teman sebangkunya tidak masuk karena sakit " ucap ibu Kartika " baik Bu terimakasih " Sea bergegas duduk di kursi yang sudah di tunjuk oleh ibu Kartika " Sea karena kamu baru masuk di jam pelajaran ibu, kamu bisa tanya-tanya sama Caca ya untuk semua materinya " " iya Bu " sahut Sea, keadaan dikelas kembali tenang begitu pelajaran dimulai lagi dan semua siswa memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru didepan sana. Mata pelajaran pertama sudah selesai bel istirahat juga sudah berbunyi semua siswa berhamburan keluar kelas begitupun dengan Sea, dia berjalan menyusuri koridor kelas mencari seseorang sesekali Sea tersenyum saat berpapasan dengan teman sekelasnya maupun siswa yang lain. Di lapangan terlihat beberapa siswa sedang lari berebut bola basket gelak tawa mereka juga sesekali terdengar dan saking fokusnya menoleh kesana kemari Sea tidak menyadari kalau bahaya sedang terbang kearahnya. " AWAS BOLA!!!!!!! " Terlambat begitu Sea menoleh bola tersebut sudah lebih dulu menghantam kepalanya. " aaww!!!! " Sea mendesis sambil memegangi kepalanya yang terasa nyeri seperti ada kupu-kupu yang terbang diatas kepalanya. " siapa sih yang lempar bola!! emang nggak bisa bedain ya mana ring dan mana kepala makhluk hidup!!! kalau gue geger otak gimana!!! " seru Sea mendelik kesal pada lima laki-laki yang berdiri tak jauh darinya " makanya kalau jalan pake mata " balas salah satu dari mereka yang terlihat cuek dan tidak ambil pusing " apa Lo bilang?? eh Lo tu yang lempar bola nggak pake mata!! mata Lo di tumit ya jadi nggak bisa bedain antara kepala sam ring " sahut Sea menggebu " Lo mirip sih " balas laki-laki itu dengan santai tidak ambil pusing dengan wajah Sea yang sudah merah padam seperti kepiting bakar " Lo!!!! " tunjuk Sea yang hampir kelepasan dengan sumpah serapahnya tapi dia tidak punya waktu meladeni laki-laki ini, Sea tidak ingin energi nya terbuang percuma meskipun dia sudah ingin sekali mencakar-cakar wajah lawannya, liat saja bagaimana menyebalkan laki-laki ini dengan senyum sok ganteng nya itu. Tidak ingin buang waktu Sea bergegas pergi meninggalkan mereka yang masih menatapnya penuh kagum, gadis itu tidak tau saja kalau hari ini akan menjadi hari paling sial baginya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD