Sakit Tapi Tidak Berdarah

1005 Words
Setelah selesai makan malam Jannis meminta Sea untuk menemuinya di ruang kerja gadis itu sudah bisa menebak kalau mamanya pasti akan membahas soal sekolah baru entah dengan cara apa lagi Sea bisa membujuk mamanya kalau dia tidak mau pindah sekolah. Dengan sedikit ragu Sea mengetuk pintu yang masih tertutup rapat setelah mendengar sahutan dari dalam dia baru membuka pintu lalu masuk. Jannis masih sibuk dengan laptop di hadapannya padahal Sea sudah sedari tadi duduk menunggunya untuk buka suara, setelah ngirim email pada sekertaris nya baru lah Jannis menatap Sea yang duduk di seberangnya. " kamu pasti sudah tau kan apa yang akan bicarakan sama kamu " ucap Jannis dengan suara tegas menatap tajam Sea yang tertunduk " iya maa, tapi tolong aku nggak mau pindah sekolah mana " sahut Sea dengan wajah memelas tapi itu justru membuat Jannis meradang " setelah apa yang sudah kamu lakukan kamu masih berani bilang begitu? kamu tau Sea, kesalahan yang kamu lakukan itu sudah buat mama sama papa malu!! pasti mereka menganggap kalau mama dan papa tidak becus mengurus anak mau di taruh mana wajah mama sama papa!!! " suara Jannis terdengar menggelar di ruangnya " maaf maa tapi aku- " " mama tidak mau mendengar apapun lagi dari mulut kamu!! " sela Jannis dengan cepat, wanita itu menatap nyalang Sea yang semakin menunduk " kamu memang anak yang pintar Sea tapi itu saja tidak cukup!! mama ingin anak mama yang sempurna dan terbaik dalam hal apapun, anak yang bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri mampu mengatur waktu dengan tepat, dan tidak ceroboh. Bagaimana kamu akan memimpin perusahaan keluarga kita kelak kalau mengurus diri kamu saja tidak becus!!! ingat Sea, tidak semua hal itu harus tentang kamu " ucap Jannis dengan tegas " memang semuanya juga bukan tentang aku kan maa " lirih Sea yang nyaris tidak terdengar " dan kamu juga sudah tau jawabannya " sahut Jannis " mama sudah mengurus semuanya dan besok kamu sudah mulai masuk ke sekolah baru " ucap Jannis yang tidak ingin dibantah tidak ada sedikitpun rasa iba begitu dia melihat airmata Sea menetes membasahi pipinya " Pelita Bangsa!! " Sea langsung mendongak dengan mata terbelalak begitu mendengar nama sekolah barunya di sebut. Pelita Bangsa? itu artinya, dia akan satu sekolah dengan Sky senyum samar di wajah Sea tercetak jelas di wajahnya yang murung entah apa yang ada di otak gadis itu sekarang. " ini terakhir mama mengingatkan kamu Sea, untuk tidak membuat masalah lagi di sekolah dan buat mama malu lagi kalau tidak, mama akan menarik semua fasilitas kamu dan mama kirim kamu ke panti asuhan!! " ancam Jannis tidak main-main " iya maa " sahut Sea dengan airmata yang semakin meleleh " satu hal lagi " ujar Jannis sebelum Sea beranjak dari duduknya " mama akan berangkat ke Jerman dalam waktu yang lama, dan papa kamu juga akan menyusul mama setelah pembukaan Resort kita di Lombok " sebenarnya ada rasa tidak tega di dalam hati Jannis karena akan meninggalkan Sea tapi karena tuntutan pekerjaan dia menepis semua rasa itu Sea tersenyum miris dia merasa kehidupannya memang tidaklah penting bagi kedua orangtuanya bahkan sedari kecil Sea memang selalu ditinggalkan dengan pengasuh karena Jannis dan Alex sibuk bekerja terkadang Sea juga merasa kalau kehadirannya hanya dijadikan sebagai boneka hidup. Sejak kecil Sea sudah kehilangan kasih sayang kedua orangtuanya dan mereka juga sudah kehilangan peran sebagai orangtua. Tidak ada satu kalimat pun yang keluar dari mulut Sea gadis itu berjalan gontai keluar dari ruangan pribadi mamanya membiarkan airmata nya yang terus mengalir tanpa henti. **** Sea menggeram kesal mendengar suara alarm yang terus berbunyi dengan mata yang masih terpejam dia mencoba menggapai alarm di atas nakas bukannya berhasil suara itu justru semakin terdengar nyaring di atas kepalanya merasa tidurnya terganggu Sea sampai menutup telinganya dengan bantal tapi seketika dia tersentak begitu bantalnya di tarik paksa oleh seseorang. Sea mengumpat kesal karena ada yang berani mengganggu mimpi indahnya, tapi seketika matanya menyipit mengamati seorang wanita yang seumuran mamanya sedang berkecak pinggang menatapnya dengan tajam. " Tante siapa? " gadis itu sampai celingak-celinguk melihat seluruh ruangan, benar ini kamarnya kok. " ini mimpi ya kok gue kayak lagi liat dedemit " gumam Sea dan hendak kembali tidur tapi langsung ditarik oleh wanita itu " bangun gadis pemalas!!! ini sudah jam enam pagi!! " seru wanita itu dengan suara nyaring nya mengalahkan nyaringnya alarm Sea saja sampai menutup telinganya " ya ampunnnn mimpi gue kok nggak keren banget sihh malah ketemu dedemit suara cempreng " rengek Sea yang masih merasa dalam mimpi " apa kamu bilang? wanita secantik ini kamu bilang dedemit?? " wanita itu melotot mendengar igauan Sea " BANGUNNNN!!! " teriak Wanita itu lagi dan berhasil menyadarkan Sea dengan sepenuhnya " Tante siapa kok bisa di kamar aku " tanya Sea dengan jantung berdegup kencang karena kaget seperti mendengar petasan disiang bolong " nanti saja kita kenalannya mending sekarang kamu cepat mandi terus sarapan!! " wanita itu memberikan seragam sekolah Sea yang baru tapi gadis itu semakin membuatnya gedek karena bukannya bergegas mandi dia justru menatap nya tanpa berkedip " kamu liat apa? huh? " tanya wanita itu kikuk karena ditatap intens oleh Sea " sebenarnya Tante siapa sih? " bukannya menjawab Sea justru balik bertanya " sudah Tante bilang nanti saja kita kenalannya dan sekarang cepat kamu mandi karena kamu harus segera berangkat ke sekolah!!!! " jawab wanita itu dengan suara cempreng tapi tegas " tunggu apalagi cepat mandi sanaaa!!! " teriak wanita itu dan tanpa aba-aba Sea beranjak dari ranjang lalu berlari tunggang langgang masuk ke walk in closed dan hampir saja dia terjengkang karena tidak sengaja menendang bantal besarnya di lantai. " astaga.... pagi-pagi udah ada nenek Lampir nyasar di kamar gue " ujar Sea menatap wajahnya di cermin jantung nya masih berdebar dengan kencang. " Tante masih bisa dengar apa yang kamu bilang, Seaaaaa " teriak wanita itu di luar sana " sorry tante!!!! " balas Sea berteriak " dasar anak jaman sekarang " gumam wanita itu lalu membereskan kamar Sea dan setelah selesai dia pun keluar menyiapkan sarapan untuk Sea.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD