Sore itu

1111 Words
Sore itu Sea duduk sendirian menunggu kedatangan seseorang saat ini yang dia butuhkan adalah teman untuk bercerita mengeluarkan semua keluh dan kesahnya, Sea masih tidak terima karena mamanya masih bersikeras akan memindahkannya ke sekolah yang baru. Bahkan kemarin sepulang dari kantor ganti sang papa yang menyemprot nya dengan siraman qolbu tapi mereka hanya menghakimi Sea tanpa mau mendengar alasan di balik itu semua. Dan akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh Sea pun datang, gadis itu tersenyum lebar begitu melihat Sky melangkah menghampirinya tidak lupa juga dia membawa ice cream kesukaan Sea. " wah............... " Sea mengambil ice cream itu dengan antusias dari tangan Sky dan langsung menyantapnya nikmat, seketika saja mood gadis itupun berubah jadi riang dan bahagia. " pelan-pelan Sea... " ucap Sky tersenyum " enak? " Sky membersihkan sisa ice-cream yang sedikit menempel di sudut bibir Sea " iya dongggggg apalagi yang kasih itu kamu enaknya jadi seratus delapan puluh derajat " sahut Sea dengan tersenyum lebar gadis itu sedikit berpikir sebelum dia lanjut bicara " Sky " panggil Sea " ada apa? " Sky mengerenyit melihat raut wajah Sea yang sedikit ragu " aku mau pindah sekolah " jawab Sea membuat Sky kaget " kenapa? kamu buat masalah lagi? " tebak Sky tapi tidak langsung dijawab oleh gadis kecil disampingnya itu dia justru kembali menikmati ice-cream nya " jawab Sea.... " seru Sky greget " bentar dulu lagi enak nih nikmatin ice-cream nya.. kamu udah kayak orang kebelet gitu " sahut Sea yang menghabiskan sisa ice-cream nya " kamu tau kan kalau aku sering datang telat ke sekolah? " tanya Sea " iya, lalu? " " aku juga beberapa kali berantem sama temen di kelas " " terus? " "tapi itu juga karena aku bela temen aku yang di bully sama tuh orang " jawab Sea dengan wajah yang terlihat dongkol karena kembali mengingat kejadian menyebalkan itu " kenapa harus sampe pindah sekolah? emang kamu apain orang nya? " tanya Sky, akibatnya pasti fatal karena tidak mungkin hanya karena terlambat dan sering berantem Sea harus sampai pindah dari sekolah " orangnya masuk rumah sakit! " jawaban Sea yang terdengar sangat santai membuat Sky melongok, sungguh barbar kekasihnya ini, anak orang berhasil dia buat masuk rumah sakit " hah!!! masuk rumah sakit?? astagaa Sea.... " Sky menggeleng tidak percaya, apa yang telah gadis itu lakukan " itu aku nggak sengaja!! dia tarik rambut aku duluan, ya aku balas lah masak dia main tangan aku nya diem aja kaya kambing b***t!! " sahut Sea yang masih jengkel ingat kejadian itu bagaimana pedas mulut temannya menghujat orang lain " aku nggak sengaja dorong dia sampe jatuh kelantai dan nggak tau kenapa kok bisa tangannya keseleo " lanjut Sea lagi " tapi ada yang lucu.. waktu aku nggak sengaja dorong dia kan kepalanya nabrak tembok dulu tuh, eh taunya benjol mana benjolnya Segede telur bebek lagi " ucap Sea dengan tertawa geli seperti tidak menyesali perbuatannya " tapi harusnya kan nggak sampe gitu juga, Sea " " habisnya dia nyebelin sih udah sok cantik, sok kaya, sok pinter, sok semuanya deh!!! pake acara ngatain orang, kan resek " sahut Sea yang masih terlihat jengkel Sky yang mendengarnya hanya tertawa pelan kekasihnya itu sungguh barbar anak orang saja dibuat bonyok apalagi sampai masuk rumah sakit tapi bagi Sky tetap saja Sea salah meskipun alasannya itu untuk membela temannya yang di bully dan alhasil dirinya juga yang didamprat oleh mama dan papanya dan berakhir pindah sekolah. " terus kamu pindah sekolah mana? " tanya Sky Sea mengedikan bahunya lalu menggeleng " nggak tau, mama nggak bilang.. aku aja nggak di kasih kesempatan ngomong sama mereka " " iya aku tau salah, tapikan seenggaknya mama sama papa bisa dengerin dulu penjelasan aku.. kamu tau, aku kayak orang asing di depan mereka " Sea menatap Sky lekat seperti mencari sebuah jawaban yang entah apa pertanyaan nya ini baik atau buruk. " hei jangan sedih kita ketaman kan buat happy " Sky mengacak rambut panjang Sea yang dia biarkan tergerai " nanti kalau kamu udah pindah ke sekolah yang baru jangan bandel lagi, tunjukkin ke mama kamu kalau kamu juga bisa jadi apa yang mereka mau dan berguna " ucap Sky dengan hati-hati agar Sea tidak tersinggung " hhhhhhh jadi kamu mikirnya aku juga nggak berguna ya? " tanya Sea menatap Sky dengan lekat " nggak!! bukan gitu maksud aku " " iya iya iya.... aku tau kok.. udah ahh kita bahas yang lain aja " Sea tidak ingin mood nya kembali rusak " nggak terasa ya hubungan kita udah mau jalan empat tahun, kamu ingatkan? " Sea tersenyum menatap Sky yang duduk disampingnya " hemmm nggak terasa kaya baru kemarin aja aku ketemu kamu yang lompat-lompat kaya kodok muka kamu yang cemong kaya kucing kecebur empang terus ingusan " Sky tertawa begitu mengingat saat pertama kali dia bertemu dengan Sea, waktu itu hari pertama mereka masuk SMP dimana mereka sedang dalam masa orientasi sekolah, saat itu Sea dihukum gara-gara lupa bawa buah pisang dan spidol merah " kamu juga waktu itu pakek celana karung sama topi kerucut terus pake kacamata besar, sebesar kaca spion mobil muka kamu juga loreng kaya kucing garong kecebur got " balas Sea dengan tertawa bagaimana tidak, saat itu mereka memang terlihat sangat lucu " aku juga inget waktu itu aku pernah mau di bully sama kakak tingkat kita tapi sama kamu nya didorong sampe mereka jatuh mana mau kamu pukul pakek sapu lagi " Sky juga mengingat kalau dirinya hampir di bully oleh kakak kelasnya tapi di tolong oleh Sea, bayangkan saja Sea yang mungil sanggup mendorong tubuh kakak kelasnya hingga terjengkang menghantam meja tidak selesai sampai disitu Sea juga hampir mau memukul mereka dengan gagang sapu tapi keburu guru datang dan mencegahnya. " kalau di ingat waktu kita SMP lucu banget ya " tanya Sea yang tidak berhenti tersenyum " iya kamu yang selalu kunciran dua kaya kuda " Sky menarik pelan rambut Sea lalu terkekeh Sky menatap Sea lekat seperti ada yang ingin dia sampaikan tapi tidak ingin karena takut gadis ini akan terluka nantinya bahkan berpikir yang buruk tentang dirinya akhirnya Sky menelan lagi inginnya itu, cukup dia jadi pendengar bagi Sea saat ini. Mendengar Sea yang tidak berhenti berceloteh seperti burung yang berkicau, sesekali juga Sky menoel ujung hidung mancung Sea ketika gadis itu berkelakuan konyol dan membuatnya tertawa. " aku mau main balon air " seru Sea begitu melihat pedagang balon yang mojok di sudut taman Tanpa menunggu Sky, Sea berlari kearah pedagang itu lalu membeli satu botol cairan yang nantinya akan berbentuk balon jika di tiup ke udara dan yah itu saja sudah cukup membuat Sea tersenyum bahagia sedangkan dari kejauhan Sky hanya menikmati pemandangan indah itu
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD