Vigo menghela napas beberapa kali. Mencoba menetralkan perasaan buruk dalam hati. Ia ingin semua selesai malam ini. Pekerjaannya benar-benar kacau selepas Yena memutus sambungan. Dengan nada marah yang terdengar jelas. Vigo cukup sadar, jika ia harus bertindak. Entah ia atau Yena yang lebih bersalah dalam permasalahan ini. Daripada menelisik lebih jauh sampai memojokkan Yena, Vigo lebih memilih untuk menyalahkan dirinya sendiri. Kesibukan pekerjaan akhir-akhir ini membuat keduanya terlalu fokus. Tanpa memperhatikan satu sama lain. Bahkan komunikasi yang terjalin baik kian menipis. Dan Vigo menangkap hal itu sebagai awal dari luapan emosi masing-masing. Satu hal yang terasa begitu jelas. Menyesal. Ya, Vigo menyesal sudah membentak Yena tanpa sengaja. Membuat Yena yang sedang dibuat pen

