36 ; Wrong Time

1531 Words

“Kenapa harus Arjun? Aku bisa pulang sendiri,” kesal Yena. Suaranya meninggi. Mungkin membuat seseorang di balik telepon sedikit tersentak karenanya. Ivy hanya duduk diam di sofa ruangan Yena. Sembari menatap sang mama yang sedang bertukar kalimat melalui telepon. “Aku tahu kamu capek beberapa hari ini, Na. Bisa, 'kan nurut?” Suara Vigo terdengar. Masih mempertahankan nada lembutnya. Enggan terpancing oleh nada tinggi Yena. Mencoba maklum dengan kondisi Yena yang kelelahan. “Ya tapi kenapa harus Arjun? Aku bisa bawa mobil sendiri, Go. Seperti sebelumnya. Lagian kenapa kamu nggak minta Shanin. Dia jauh lebih baik walaupun mulutnya nggak bisa diam.” “Aku nggak mungkin kasih izin kalau kamu bawa mobil sendiri.” “Aku naik taksi kalau gitu.” “Nggak! Arjun udah bilang sebelumnya dan aku men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD