The Destiny

1222 Words
Bab 2 Teng teng teng Bunyi lonceng tanda jam pertama segera dimulai chenora dan Zhefanya berjalan beriringan sambil bercanda gurau memasuki kelas nya . Mereka berangkat bersama dan berpisah di depan kampus tadi karena jurusan Chenora dan Zhefanya berbeda dengan Ilyana. "Good morning!" ucap seorang dosen wanita yang baru saja masuk menggunakan bahasa inggris dengan tegas nya . Bisa kami lihat jika dia cukup galak. Pelajaran pertama kami pun dimulai pada pukul 08:00 a.m dan berakhir pada 09:30 a.m . Dipikiran kami karena ini hari pertama akan ada pengenalan dan tidak dimulai dengan pembelajaran formal , ternyata pengenalan nya akan dimulai siang nanti hingga sore. Jadi mereka masih ada waktu sekitar kurang lebih 4 jam. Nora panggilan untuk Chenora dari Anya dan Ilya . Mereka berjalan beriringan lagi menuju kantin dan membeli makanan lalu menuju belakang kampus mereka . Ada sebuah taman kecil yang cukup sepi tapi rindang . Jarang siswa atau siswi kesini dikarena tepat dibelakang taman tersebut ada sebuah hutan terlarang yang tentu saja menakutkan . Tapi tidak bagi ketiga gadis ini karena bagaimana pun mereka masi lah anak baru. Mereka berjalan ringan sambil meneteng makanan mereka yang cukup banyak untuk dihabiskan dalam kurung waktu 4 jam . "ahhkk" teriak ilya kaget Nora dan Anya yang memang tdi jalan nya agak lambat mulai mempercepat langkah nya dikarenakan kaget akan teriakan Ilya. "ada apa ya.." ucap ku pada Ilya "hehe ga apa apa .. Ak cuma kaget pas liat noh dua cewe tidur dikursi mana cantik bener lagi mereka hehe" ucap nya nyegir " kira apaan ihh" ucap Anya sambil mencubit pipi Ilya " aaa..aauuuuuu sakit ya!!" pekik nya berteriak kecil Mereka bertiga tidak menyadari jika kedua gadis yang tadi nya tertidur di kursi taman mulai terbangun karena terganggu dengan suara mereka. "ah maaf kan kami membangun kan kalian " ucap Nora spontan setelah melihat mereka mengucek mata nya "aa ma..ma...maaf kami tidak tau jika tempat ini akan ada orang nya " ucap si gadis rambut biru gugup ".." perempuan berambut gold hanya diam melihat "bagaimana kalo kita makan bareng saja? Kami beli banyak makanan sambil nunggu waktu pengenalan siswa baru" ucap anya tersenyum dan di iya kan oleh kedua sahabatnya "eh ga per-" "udah ga usah malu itung itung nambah temen hehe" ucap Ilya memotong ucapan si biru "kalau boleh tau nama kalian siapa " mulai Nora setelah mereka duduk bersama di rerumputan dibawah pohon rindang "aku Oceana seperti warna rambut ku .." ucap si biru sambil menunjuk rambu nya yang panjang sebokong nya " Adair " ucap si gold singkat "Chenora" ucap Nora "Ilyana " "Zhefanya , kami siswa tahun pertama . Aku dan Nora jurusan bahasa Yunani dan Ilya matematika".. " aku jurusan teknik pembuatan alat " ucap Cia panggilan untuk Oceana membuat ke3 sahabat itu tercengang "wahhh hebat perempuan teknik .. Jarang banget".. Ucap Nora tanpa sadar "kalau Adair?" Ilya bertanya "hukum " ucap nya "hehe Adair memang susah berbicara panjang karena dia tidak punya teman .. Aku dan Adair tumbuh bersama di panti asuhan.. Ini tahun kedua kami di kampus ini" ucap Ocia menjelaskan "ahh santai santai kita bisa jdi sahabat dekat mulai sekarang bagaimana Ocia?Adair? Kalian tahun kedua pasti lebih hapal dengan daerah ini jadi bagaimana kalau kita bentuk kelompok kita hahahaha" ucap Nora bersemangat membayangkan perjalanan kuliah nya yang akan sangat menyenang kan " apa tidak apa apa? Kita baru kenal bukan?" ucap Ocia ragu Ilya dan Anya berbarengan menggeleng pelan "tentu saja tidak apa apa!!" "yosh sudah diputuskan meski singkat perkenalan kita , kita akan jadi sahabat dan saling melindungi satu sama lain mulai sekarang bagaimana?" ucap Nora mengepalkan tangannya kedepan berharap di ikuti oleh ke 4 gadis lainnya Mereka saling bertatapan lalu mengikuti nya "Yoshhh! Hahahahaha" mereka menghempaskan tangan mereka keatas dan tertawa . Sekali lagi mereka tidak menyadari bahwa hal ini memang telah di garis kan bagi mereka ber5. Sedikit demi sedikit rencana takdir mulai terlihat . Kebahagian dan kesengsaraan akan dimulai . ~~~~~ Dilain tempat .. Sebuah dimensi berbeda , peradapan yang berbeda dan tentu saja era yang berbeda. Όταν η δόξα των βασιλιάδων βρίσκεται στην υψηλότερη κορυφή, θα ακολουθείται πάντα από καταστροφή και κατάρα μόνο της πριγκίπισσας, η επιλεγμένη σύζυγος μπορεί να αντέξει όλα αυτά τα κακά πράγματα έναντι αμοιβής. Seseorang mengenakan jubah hitam panjang menutupi seluruh tubuh dan wajah nya hanya menyisakan tangan nya yang keriput sedang menulis diudara . Sebuah kata pun muncul dengan bahasa yunani kuno yang tentu saja di pahami oleh mereka . Yah 5 pria mengelilingi sang nenek peramal paling terkenal se kerajaan tersebut . Mereka memang mengerti arti tulisan tersebut tapi apa arti nya bagi mereka? Mereka 5 raja penguasa dunia tersebut . Yah dunia spiritual , dunia magis , dunia penuh dengan hal hal mustahil tapi pasti ada disini. Dengan pemimpin tertinggi mereka klan Damon sang Raja dari segala raja diikuti dengan klan Hali sang raja laut , klan Aima sang raja vampire , klan lycas sang raja serigala dan terakhir klan macario sang raja mystical atau raja mahluk mistik . Mereka adalah 5 keluarga besar pemimpin dunia tersebut. Takdir mereka telah di gariskan saat mereka lahir bahwa kekuasaan adalah hidup mereka . "Ketika kejayaan raja raja berada di puncak tertinggi maka akan selalu diikuti dengan kehancuran dan kutukan hanya sang putri sang permaisuri terpilih lah yang mampu menahan segala keburukan tersebut dengan bayaran..,Nghhhhh!!" sang peramal terlihat kesakitan sambil menahan tangan nya melanjutkan tulisan seperti ada suatu penghalang yang melarang sang peramal melanjutkan nya. "uhuk..uhuk..uhukkk!!!" sang peramal pun terhempas dari duduk nya dengan jubah kepala nya yang memperlihatkan wajah keriput serta bulir keringat dan bekas darah dari dahi dan mulut nya. para pengawal membantu sang peramal duduk kembali seperti semula dengan masih tertunduk. "katakan!" ucap suara bariton nan tegas milik sang raja dari segala raja Atreo Tarsion Damon. "ampuni hamba yang mulia.. Seperti yang hamba lihat dan baca bahwasanya yang mulia Raja beserta ke 4 raja teritory akan selalu menang dalam setiap pertempuran .. Na..na.namun.." suara sang peramal mulai mengecil.. "lanjutkan!" ucap sang raja para vampire Attis Niendare Aima "na..na..namun akan selalu dibayangin dengan kesengsaraan dan keputusasaan dari pada rakyat mu bangsa mu wahai Raja raja ku.." ucap nya lagi mulai tenang "bukankah memang seharus nya begitu? Mereka yang melakukan mereka juga harus merasa sengsara mengapa kami yang harus sengsara?" ucap sang Raja kelautan Andrian Itsvan Hali "ampun yang mulia raja , maksud dari kata kata tersebut adalah setiap yang ada selalu seimbang baik buruk nya , besar kecil nya , ada tidak nya .. Da..dan yang dilakukan oleh yang mulia raja raja adalah ke sisi buruk nya .. Ampun yang mulia jika hamba lancang!" ucap sang peramal ketakutan setelah melihat tatapan tajam sang raja dari segala raja . "lanjutkan" ucap atreo "ya..ya..yang mulia ha..ha..hanya menyelesaikan masalah luar ta..tapi tidak dengan internalnya i..itulah mengapa para rakyat banyak memberontak" ucap sang peramal "bukankah kami telah menurunkan harga pajak serta lain" nya lalu kami juga bahkan mengeluarkan banyak upeti bagi mereka apa kurang?!" ucap sang raja mystical dengan senyuman maut nya "mereka puas yang mulia hanya saja pasti akan ada saat nya kehancuran bagi rakyat dan istana!" ucap sang peramal tegas "rakyat menginginkan pendamping bagi raja raja ku" ucap sang peramal lagi "itu lagi .. Jadi itu maksud dari bait terakhir kata" tadi?" ucap lorey lysias macario sang raja mystical "iya dan tidak yang mulia raja ku"...peramal "jelaskan"..Atreo "negeri ini akan terus dihantui kehancuran bagaimana pun cara yang mulia raja raja ku menanggulanginya , ini sudah seperti kutukan dari raja raja terdahulu tapi kalian lah wahai raja raja ku inti dari ramalan tersebut..."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD