Bab 3
"meski pun kalian menikah dan menenangkan hati rakyat rakyat sekalian , jika mereka bukan dari takdir langit kehancuran akan senantiasa menghantui hingga hancur lebur lah negeri ini yang mulia.." jeda sang peramal
Para raja raja tersebut mulai tegang kembali raut mereka mengeras dan sangat datar seolah olah hal yang baru saja disebutkan oleh sang peramal adalah lonceng kematian bagi mereka.
"sang permaisuri akan datang pada waktu nya dan kalian wahai raja raja ku harus mencari mereka sebelum jatuh ke tangan para penjahat .. Jika para permaisuri mati maka.." jeda cukup lama sang peramal menatap satu persatu raja , lalu menunduk dalam
"saat itu juga kehancuran bagi negeri kita ini yang mulia raja raja ku!" ucap sang peramal dengan gema dan getaran disetiap kata nya.
Mengirimkan sinyal bahaya bagi kelima mahluk rupawan didepannya yang langsung memasang wajah dingin dengan tatapan tajam tangan mengepal dan gigi bergemelatuk marah.
Inilah yang mereka takut kan kehancuran negeri mereka karena kutukan dari para musuh musuh terdahulu leluhur mereka.
Setelah keheningan yang cukup lama sang raja pun bertanya..
"apa yang harus kami lakukan!?" ucap nya
" cari ,temukan dan lindungi mereka " ucap sang peramal sambil menutup mata nya
"apakah ada petunjuk lain bagaimana cara kami mencari mereka jika rupa dan tempat nya saja kami tidak tahu?" ucap sang raja mystical
Sang peramal menunduk , lalu mengatup kan tangan nya didepan d**a lalu menggigit jari hingga berdarah dan sekali lagi melukis diudara kosong dan terlihatlah tulisan tulisan seperti tadi namun dengan kata yang lain . Yang mereka tidak pahami sama sekali.
"sang bulan akan menyinari seluruh negeri kerajaan bahkan dunia ini dengan cahaya temaram nya yang berkilauan , seluruh senjata di muka dunia ini akan tunduk seketika dan tidak akan ada yang bisa menggunakan nya untuk beberapa saat.."
"tumbuhan mengeluarkan aroma terwangi nya dan seluruh binatang akan mengeluarkan suara termerdu nya .. "
"pintu antar dunia akan tertutup seluruh nya tidak ada yang bisa masuk maupun keluar .. Yang terakhir setiap benua akan terguncang dan angin akan bertiup kencang sebagai penutup tanda saat itu.." akhir sang peramal tersenyum cerah menatap kelima raja tersebut.
"yang mulia ingat lah semua yang saya katakan tadi .. Saya tidak punya banyak waktu lagi .. Ingatlah jika tanda tersebut terjadi tunggu lah ditempat kalian berada dan ja..jangann..be..be.. Be...rrraa..nnjj.jakkk.. Aakhhh...." akhir sang peramal meregang nyawa didepan para raja raja
"pengawal makam kan dia dipemakaman kerajaan di kuil para penyihir terhormat" ucap sang raja agung
" baik yang mulia.." sang pengawal pun beranjak pergi
Tanpa berkata apapun ke 5 raja tersebut meninggal kan rumah sang peramal dan menghilang dalam sekejap mata.
Meski masih meninggalkan pertanyaan besar di otak mereka , namun mereka memilih untuk pergi dan akan mereka bahas kembali setelah pikiran mereka tenang kembali.
Ketenangan adalah kunci menjadi seorang raja itulah kenapa mereka bisa bertahan ribuan tahun hidup tanpa kendala meski selalu dihantui dengan kutukan tersebut.
~~~~~
"ra aku nyadar loh itu tanda lahir kamu atau tatto sih pas banget terus bagus lagi bentuknya bulan sabit gitu " ucap Aidar tiba tiba menunjuk d**a ku .
Memang aku punya tanda lahir yang menurut keluarga ku sangat unik. Tanda lahir ini lah asal muasal nama ku Chenora yang artinya bulan dalam bahasa Yunani.
Orang indo ko bisa tau? Tentu saja malam sebelum aku lahir mama berteriak manggil nama Chenora dan aku lahir . Ending tau nama aku setelah paman dari luar kota datang dan iseng cek arti nya . Dan itu berselang 3 hari sejak kelahiran ku.
Tepat berada di sebelah kanan diatas p******a ku tanda lahir itu. Aku Anya , Ilya , Aidar dan ocia lagi di kamar kami . Kamar kami berbeda dengan Aidar dan Ocia , mereka berada di gedung sebelah khusus anak tahun kedua .
Terkadang mereka juga menginap jika sedang ngumpul gini . Tidak terasa sudah 4 bulan berlalu sejak pertama kali kami bertemu dan Aidar sudah mulai membuka diri .
Aidar sejauh yang aku tau adalah orang yang sangat suka bertanya walau tidak kentara. Itulah mengapa dia sangat dijauhi karena sikap ingin tahu nya yang besar dan menurut sebagian orang mengganggu.
Sedangkan Ocia adalah orang yang pemalu namun sangat pintar dalam teknik perkelahian bersenjata . Dia adalah atlet beladiri juga itulah mengapa dia mendapat beasiswa di universitas ini.
"ahh..bagus kan iri ya iri ya hahaha.. Iya asal nama aku nih bulan chenora". Ucap ku sambil memajukan p******a ku dan menggoyangkan nya. Aku memang supel dan tak tahu malu.
"ihh jijik nor aku juga punya nih gelombang laut emang nya kamu aja nama aku Ocieana arti nya kayak biru laut laut gitu sih kata nenek" ucap Ocia sambil menunjuk pinggang nya bukan tepat nya diatas paha dalam pas diatas v****a Ocia .
"aa.anu aku juga punya tanda bintang di punggung ku .." ucap Adair sambil membuka sedikit baju nya memperlihatkan punggungnya.
"eitss aku juga punya tapi lambang nya aneh kayak salib tapi ada lengkungan gitu diatas nya nih liat aneh kan soalny lurus banget ampe kadang kata guru disekolah aku ini tatto".. Ucap Zhefanya menunjuk lengan tangan nya tepat diatas siku nya
"aku juga aku juga tapi aga maluin sih soalny pas ada dibawah pinggang belakang aku deket b****g aku dikit lagi kena nih . Lucu kan lambang mawar hitam gitu suka deh tapi ga ada hubungan ama nama aku sih." ucap Ilya sambil membuka sedikit rok pendek seabatas paha nya memperlihatkan tanda yang lebih seperti tatto itu.
Kami terdiam sebentar seperti nya selama 4 bulan ini ada yang aneh. Pertemuan kami terlalu kebetulan . Tanda ini pun terlalu kebetulan.
Kami bertatapan setelah memikirkan kenaehan ini .
"ahahahahaha sudah aku bilang kan ini pasti takdir kita buat ketemu , kita emang saudara dari lahir hahaha" ucap ku memecahkan keheningan yang cukup mengganggu tersebut.
"serah kamu deh nor pusing aku " ucap Ocia terduduk sambil melihat kelakuan ku.
Dan suasana pun kembali seperti semula , kami masih membahas masalah kemungkinan kemungkinan pasal tanda kami meski hasilnya nol.
Hari pun beranjak malam Ocia dan Aidar kembali ke asrama mereka , ada tugas buat besok katanya. Anya sendiri sudah tidur karena kelelahan habis bermain tadi.
Tinggal aku dan Ilya dalam kesunyian mengerjakan tugas kami masing masing.
Srekk..
Aku bisa melihat dari sini kalau Ilya menggeser kursi belajar nya dan berdiri merapikan buku serta komputer nya lalu mencabut flashdisk yang sudah pasti isi nya tugas untuk besok.
"Nora aku duluan ya ngantuk banget nih" ucap Ilya sambil mulai tiduran di kasur nya.
"iya tidur dah , eh gak cuci muka ama gosok gigi ?" ucap ku mengingatkan
"gak kuat , mau b******u aja ama nih kasur dah ya malam~~~ hoammhhh." ucap nya sambil melambai alay lalu menguap.
Setelah itu hanya suara deru napas yang bisa kudengar dari mereka berdua. Malam ini cuaca sangat dingin dan lagi sedang bulan purnama sempurna.
Kusudahi tugas ku , menutup laptop dan menuju kejendela yang memang kubiarkan terbuka lebar lalu menuju balkon menatap bulan. Atau menatap diri ku sendiri sang bulan.
Angin sepoi sepoi menerbangkan rambut pendek seorang gadis bersuara perak atau putih lembut. Rambut yang entah mengapa bisa dimiliki seorang gadis ber gen indonesia tulen. Entah keturunan atau kelainan apa hingga warna rambut nya abnormal seperti itu.
Dengan baju tidur tipis berwarna putih membungkus sempurna tubuh proporsial untuk ukuran seorang gadis berumur 20 tahun dengan tinggi 150 cm dan berat 41 kg.
Dia memang yang termungil diantara anak anak seumuran nya apalagi semenjak berpindah ke negara orang ini .
Sambil menatap bulan gadis itu melamun entah apa yang dilamunkan nya .
"ya tuhan aku berharap jodoh hidup ku adalah seorang lelaki gagah berani tinggi besar yang berkuasa" ucap nora lembut menutup mata lalu membukanya dan menatap bulan dengan intens.
Udara tiba tiba berubah menjadi sangat dingin dan angin bertiup sangat kencang membuat gaun tidur sebatas paha Nora bergoyang hebat .
"αυτός που ψάχνετε θα έρθει σύντομα, αυτός που περιμένετε θα συναντήσετε σύντομα ακολουθήστε τη ροή .."
Suara bisikan lembut nan merdu tiba tiba terdengar dalam pendengaran Nora . Tidak lama kemudian dia terdiam melihat cahaya bulan yang tiba tiba terlalu terang.
Cahaya itu sangat terang hingga membuat nora kaget dan menutup mata karena silau nya yang dahsyat.
Seketika Nora kehilangan kesadaran ntah apa yang terjadi saat itu .
"yang kamu cari akan segera datang, yang kamu tunggu akan kamu temui segera ikuti arus .." ...
Dan kata kata itulah yang menjadi hal terakhir di ikatan Nora sebelum gelap menjemputnya .