Bab 4
Hari ini cuaca nya sangat mendung , namun tidak menunjuk kan sedikit pun ciri ciri akan turunnya hujan hanya gelap dengan awan hitam .
Membawa aura yang menyeramkan bagi siswa siswi yang punya nyali kecil . Bagaimana pun ini siang namun gelap nya seolah sebentar lagi malam hari.
Aku melangkah cepat menuju gedung perpustakaan yang terletak di ujung lorong lantai 4 universitas ini yang tentu saja setiap gedung memiliki perpustakaan nya masing masing . Namun , perpustakaan ini lah yang terlengkap namun jarang dikunjungi karena letak nya yang jauh dan tentu saja sepi .
Krekk..
"permisi.." ucap ku memberi salam setelah membuka pintu perpustakaan yang ternyata hanya aku seorang diri .
Aku melihat ke meja pengawas perpustakaan nya namun kosong , bisa ku lihat ada tulisan di meja nya "sedang istirahat" bunyinya.
Aku melihat arloji berwarna hitam ku , pantas saja ini masih jam makan siang . Aku pun masuk mengisi absen perpustakaan dan mulai mencari buku referensi untuk laporan ku selanjut nya tentang artefak kuno yang tentu saya sebagai anak bahasa yunani aku harus menerjemahkan serta memahami dan menjelaskan kata demi katanya.
Wushh~~
Ughh tiba tiba aku merasa merinding setelah melewati koridor buku kusus artefak bangsa bangsa yang entah apa.
Aku terdiam , aku baru saja melihat bayangan hitam memasuki koridor tersebut dengan cepat nya.
Aku bukan tipe penakut akan hantu atau semacam nya . Setiap hal pasti ada penjelasannya nya bukan?
Aku pun memasuki koridor tersebut dan melihat tidak ada seorang pun disini , aku merasakan kembali angin dingin itu . Kali ini seolah olah mengarahkan ku kepada sesuatu yang ntah apa.
Tak..tak..
Seketika aku menengok ke arah kiri ku melihat ada buku dengan sampul kulit yang kutebak buku itu adalah buku kuno zaman dulu. Tidak ada judul nya aku mengambil dan membuka nya lalu terpana dengan bahasa bahasa kuno yang tentu harus diriset dulu tapi bisa aku pahami.
Akupun mengambil buku tersebut dan melupakan rasa penasaran ku akan bayangan tadi dan menuju kemeja pengawas yang masih kosong . Aku menulis jenis buku nya lalu nomor perpustakaan nya , tanda aku meminjam buku tersebut.
Aku berlalu pergi dengan bahagia tentu saja ini buku yang bagus pasti Nora akan sangat tertarik jika ini dibahas dikelompok kami.
Yah tugas kelompok per 2 orang yang tentu saja aku dan Nora . Nora demam tinggi ntah kenapa padahal semalam dia baik baik saja.
Dia belum bangun sampai aku berangkat tadi , aku hanya menyiapkan sarapan lalu mengompres kening nya dan me lap keringat di sekujur tubuh nya.
Gadis cantik bersurai hitam legam dengan panjang sepinggang yang sangat lembut tersebut berlari ringan menuju ke halaman tempat mereka pertama bertemu dengan teman teman mereka dulu.
Ya Zhefanya hanya seorang diri duduk ditempat tersebut . Ilya tentu saja menyelesaikan kuliah nya yang hingga malam hari itu . Sedangkan Ocia dan Aidar harus menuju ke lapangan praktek mereka di luar universitas.
Gadis tersebut membolak balik kan buku tersebut namun ada beberapa kata yang tidak dia mengerti. Mengerutkan dahi seolah olah sedang berpikir keras mengingat ngingat.
"mereka bukanlah manusia hewan atau makhluk fana .." dia membaca bagian yang dia mengerti
"perawakan mereka bagi perempuan tinggi semampai dengan kecantikan yang agung serta kekuatan mereka yang dahsyat.." lanjut nya lagi
"pria pria nya adalah para prajurit warrior terhebat yang pernah ada..." kata kata selanjut nya tidak dia mengerti karna ada beberapa tulisan rumpang dan hilang .
"haaahh mengecewakan sekali padahal aku masih ingin tahu bangsa apa mereka. Tapi jika memang mereka ada pasti sangat menggiurkan memiliki salah satu pria nya yang gagah itu ughhh." ucap gadis tersebut berbisik lebih seperti doa dengan pikiran yang entah apa.
Sampai di halaman akhir ada kalimat yang lebih seperti sajak atau pesan? Yang tentu saja gadis tersebut mengerti namun tidak terlalu pahami.
"αυτός που ψάχνετε θα έρθει σύντομα, αυτός που περιμένετε θα συναντήσετε σύντομα ακολουθήστε τη ροή .." baca sang gadis dengan lembut nya
Tiba tiba angin bertiup kencang hingga menutup buku tersebut daun beterbangan dengan surai hitam legam tersebut mengikuti arah angin yang terlihat seolah olah dia adalah peri taman tersebut.
Seketika itu juga cuaca yang memang tadi gelap semakin menggelap seolah olah malam telah datang . Dari kejauhan terdengan suara angin yang datang dengan kencang nya.
Seketika sang gadis memeluk dirinya sendiri , merinding itulah yang dia rasakan . Dingin menyengat yang luar biasa karena dia hanya mengenakan kaos lengan pendek dengan celana jeans panjang se mata kaki.
Sang gadis tiba tiba terjatuh setelah seperti menabrak bayangan hitam yang pekat yang dilihat nya di perpustakaan siang tadi.
Sang gadis lemas , sambil memeluk erat buku tersebut sang gadis perlahan menjemput kegelapan .
Sebelum hilang kesadaran nya dia masih bisa mendengar suara lembut dari seorang wanita yang samar samar dia lihat didepan nya dengan membisikkan sebuah kata demi kata menjadi kalimat .
"yang kamu cari akan segera datang, yang kamu tunggu akan kamu temui segera ikuti arus .." ... Ucap entah siapa..
Seketika suasana yang tadi nya riuh akan angin dan gelap akan awan hitam berubah cerah. Tidak meninggal kan jejak apapun , termasuk sang gadis yang pingsan tadi.
Taman tersebut kembali sunyi seperti sedia kala . Sepi , tidak terjamah dan kosong.
~~~~~
"ughhh.." aku terbangun dari tidur ku dengan memegang kepala ku yang terasa seolah olah sangat berat dan berdenyut sakit.
Aku berniat memijat kepala ku namun aku tidak kuat bergerak lagi dan akhir nya aku hanya bergerak gelisah di kasur ku.
Serrrrrrrrr...
Seketika aku merasa kepala ku yang tadi nya sakit tiba tiba dingin , aku membuka pelan mata ku dan bisa kulihat Ilya yang mengompres kepala ku dengan air dingin entah darimana.
"aku nyuri es batu btw kalo kamu nanya dapat darimana " ucap nya bercanda..
"hmmmm.."ucap ku menanggapi candaan nya
Aku bahkan tidak dapat bernapas dengan benar , bagaimana bisa aku membalas nya.
Aku melirik kearah kasur Nora , dan benar saja dia masih belum sadar dari tadi pagi sepertinya . Kondisi nya masih sama persis seperti saat aku meninggal kan dia tadi.
"Nora belum sembuh anya , mending kamu juga istirahat yah biar aku yang nitipin absen buat kalian besok.." ucap Ilya
"Ocia sama Aidar lagi Otw kesini mereka kayak nya bakalan nginep buat jagain kalian parah banget keadaan kalian ." ucap Ilya lagi sambil mengecek handphone nya
"makasih ya , maaf udah ngerepotin." ucap ku bersalah
"kayak sama siapa aja hahaha" ucap nya tersenyum
Tok tok tok
"kayak nya itu mereka deh yaudah bentar ya "..
Aku lebih memilih memenjam kan mata ku kembali bisa kudengar suara mereka bertiga yang berjalan tergesa gesa kearah ku dan Nora.
Meski samar aku masih bisa mendengar suara mereka memanggil ku namun seketika juga sunyi tidak ada suara apapun terdengar.