Bab 2

1290 Words
Halo semua kembali lagi sama aku yah Pada penasaran gak ya Umi nelfon buat apa??? "Assalamualaikum, anak Umi. Kamu dimana sekarang? Pernikahanmu tinggal beberapa hari lagi loh ini, Nak." ucap Umi Shema "Waalaikumsalam, surgaku umi ku sayang. Maafin saya Mi karena tidak bisa memenuhi keinginan Abah dan Umi. Saya sudah menikah tadi dengan seorang perempuan di Solo." Jelas Gus Kenzo "Kenzo kamu jangan bercanda sama Umi! Ini gak lucu, Nak. Kalau Abah mu tahu bisa murka beliau!" ucap Umi Shema penuh penekanan "Maaf tapi memang seperti ini kenyataannya, Mi. Sekarang Kenzo sedang di rumah orang tua istri Kenzo karena ibunya baru saja meninggal. InsyaAllah nanti kalau sudah lepas tujuh harian Kenzo boyong istri ke ndalem." jelas Gus Kenzo lagi "Kamu sukses bikin Umi jantungan! Wanita mana yang kamu nikahi? Jangan-jangan dia bukan wanita baik-baik, Nak. Ingatlah kamu calon penerus pondok." terang Umi "Justru dia sangat sangat baik. Kenzo merasa tak pantas menjadi imamnya. Keluarga nya adalah dzuriyah Nabi Muhammad, Mi. Sungguh Kenzo merasa rendah " ujar Gus Kenzo sembari menatap istrinya yang sedang bersiap untuk menemui sanak saudara di luar "Kamu menikah dengan seorang Syarifah, Nak? Cepat kamu kirimkan alamat rumahnya Umi sama Abah akan kesana sekarang." ucap Umi Shema "Baiklah, Mi. Ya sudah Assalamualaikum." tutup Gus Kenzo "Waalaikumsalam." Gus Kenzo tak menyangka takdir hidupnya akan seperti ini. Dia menikah dengan seorang Sayrifah dan pernikahannya terbilang kilat. Kini ia berjalan mendekati sang istri. "Kamu ingin keluar? Kamu sudah tidak merasa lemas?" tanya Gus Kenzo "Aku sudah baik-baik saja, Mas." ucap Fira "Alhamdulillah kalau begitu. Oh iya, Umi minta alamat rumah karena beliau akan kesini bersama Abah." ujar Gus Kenzo "Baiklah. Boleh pinjam telponnya, Mas?" tanya Fira Gus Kenzo merogoh telpon disaku abaya nya. Fira menerima telpon itu kemudian mengetikkan alamat rumahnya dan mengirimkan ke Umi. "Terima kasih ya. Ayo sekarang kita keluar." ucap Gus Kenzo Mereka keluar secara beriringan. Saat keluar dari kamar semua orang memperhatikan mereka. Sanak saudara Fira banyak yang bertanya-tanya siapa kah laki-laki itu. Habib Ahmad yang tidak sengaja melewati mereka pun berhenti. Ia merasa pasti akan ada kesalahpahaman kalau tidak dijelaskan. "Maaf semua sanak saudara. Ini adalah suami Fira dan mereka baru saja menikah tadi saat almarhumah mama di rumah sakit. Dan walaupun beliau ini bukan seorang Sayyid tapi insyaAllah beliau orang baik. Ayah beliau adalah pemilik pondok pesantren terbaik di Bandung." jelas Habib Ahmad Semua keluarga hanya diam dan merespon dengan anggukan. Fira langsung menemui kakak iparnya. Syarifah Zahra langsung memeluk iparnya memberikan kekuatan untuk menghadapi semua cobaan ini. Setelahnya Habib Ahmad mengajak Gus Kenzo untuk berkumpul dengan sanak saudara yang lain. Pagi menjelang keluarga Gus Kenzo mengambil penerbangan pagi. Alhamdulillah sebelum jenazah diberangkatkan mereka sudah tiba. Kedatangan mereka disambut hangat oleh keluarga Fira. Sebelum Zuhur acara pemakaman telah dilaksanakan. Sekarang hanya ada keluarga Fira dan Gus Kenzo yang telah berkumpul di rumah Fira. "Maaf sebelumnya saya turut berduka cita Bib atas meninggalnya istri panjenengan." ucap Kyai Abdullah "Ini sudah takdir dari Allah setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada Allah. insyaAllah saya ikhlas dan ridho." balas Habib Hadi "Nggih, Bib. Sebelumnya untuk pernikahan kedua anak kita bagaimana Bib kelanjutannya?" tanya Kyai Abdullah "Saya tidak masalah anak saya menikah dengan laki-laki bukan Syarif. Dia tetap akan menjadi bagian dari keluarga kami. Lagi pula dia menikah dengan seorang Gus anak seorang kyai. Saya percaya Kenzo bisa membimbing Fira dan membersamai ke surga Allah." ucap Habib Hadi tenang "Tapi sebelumnya maaf, Bib. Kenzo itu lusa sejatinya akan menikah dengan seorang Ning dari Kediri. Saya bingung untuk menyampaikan kepada keluarga mempelai wanita bahwa Kenzo sudah menikah dan tentunya tidak akan bisa menikahi anak mereka." terang Kyai Abdullah Fira yang mendengar penuturan mertuanya merasa tersayat hatinya. Mendengar bahwa suaminya seharusnya menikah dengan seorang Ning dari Kediri saja sudah membuat hatinya hancur. Padahal dia baru saja mengenal Gus Kenzo tapi rasanya sebagai seorang istri ia tak rela jika kelak harus berbagi suami. "Kenapa Kenzo tidak menolak permintaan Fira kemarin? tanya Habib Hadi "Maaf Bib sebenarnya saya tidak menyetujui akan adanya pernikahan yang akan diadakan lusa. Saya ingin mencari pendamping hidup pilihan saya sendiri. Dan soal kenapa saya tidak menolak ajakan nikah dari Humaira karena saya merasa dia adalah takdir cinta yang dikirimkan dan ditakdirkan Allah untuk saya." terang Gus Kenzo dengan penuh ketenangan sambil melirik istrinya setelah menjelaskan semua Fira yang merasa diperhatikan merasa salah tingkah. Hal itu tak luput dari pandangan semua orang yang ada disana "Eeheemm hhmm." tegur Habib Ahmad dengan batuk yang dibuat buat. "Jadi bagaimana bisa kamu seyakin itu dengan adikku? timpal Habib Ahmad "Sebelumnya saya istikharah dan meminta kepada Allah untuk diberikan jodoh terbaik serta diperlihatkan, dipermudahkan perihal jodoh saya. Malam sebelum saya bertemu Syarifah Fira saya mendapatkan mimpi bahwa ada gadis cantik yang membutuhkan. pertolongan saya tapi disitu saya tidak tahu siapa gadis itu. Setelah saya bertemu Humaira secara tidak sengaja membuat saya yakin bahwa dialah jawaban dari istikharah saya." terang Gus Kenzo Semua orang yang ada disana terdiam. Mereka merasa terenyuh dengan cerita yang disampaikan Gus Kenzo. Rencana Allah memang indah. Tidak ada yang tau jodoh berlabuh dimana dan kepada siapa. Allah mempertemukan mereka dengan waktu yang singkat dalam mahligai pernikahan. "Lalu Abah harus bilang apa dengan keluarga calon mempelai wanita di Kediri?" tanya Kyai Abdullah memecah suasana "Maaf jika saya ikut campur tapi sebagai kakak dari Fira saya berharap pihak keluarga dari Pak Kyai bersedia membatalkan pernikahan tersebut." balas Habib Ahmad "Tapi sama-sama kita ketahui bahwa Kenzo bisa saja poligami." sanggah Kyai Abdullah "Bah....Umi gak ridho jika Kenzo punya istri lebih dari satu. Kita bisa berbicara baik baik dengan keluarga mempelai di Kediri sana." bantah Umi Shema "Betul apa yang dibilang Umi. Kenzo tidak mau membagi cinta untuk wanita lain." terang Kenzo "Saya sendiri tidak menampik jika di keluarga besar saya saja ada yang melakukan poligami tapi kalau untuk anak saya sendiri tidak rela jika dia dimadu." sanggah Habib Hadi Fira hanya menunduk mendengarkan perdebatan antar dua keluarga. Syarifah Nina berusaha memberikan kekuatan kepada adik ipar tersayangnya. Ia tak menyangka takdir cinta adik iparnya akan seperti ini. Menikah dan ditinggalkan oleh ibunya dalam waktu bersamaan. "Syarifah Fira silahkan kamu bicara dan katakan apa yang ada didalam hatimu. Apa kamu bersedia jika anak saya Kenzo menikah lagi dan kamu di madu?" Tanya Kyai Abdullah "Abah maaf Kenzo tetap tidak akan menyetujui permintaan Abah. Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup dan membangun keluarga bahagia yang diridhoi oleh Allah SWT." sanggah Kenzo sebelum Fira menjawab "Apa kamu mau Abah menanggung malu?" tanya Kyai Abdullah "Kenzo tidak ingin membuat keluarga besar malu. Abah bisa menikahkan putra kedua Abah dengan Ning Naswa. Toh putra Abah juga mondok disana jadi lebih mempermudah urusan kedepan." terang Gus Kenzo memberi solusi "Mas Kenzo punya saudara? Bukankah beliau anak satu-satunya Kyai Abdullah." batin Fira "Kenzo apa maksud kamu, Nak? Sudah ya jangan bikin Abah murka di depan keluarga istrimu." tanya Umi Shema yang berusaha menenangkan Gus Kenzo "Mi...Abah kan punya istri dan anak lain kenapa beliau tidak menikahkan anaknya yang lain saja? Kenzo capek selalu Kenzo dan Umi yang dituntut oleh Abah sedangkan istri dan anaknya yang lain selalu dimanja dan dibebaskan memilih keinginannya." terang Gus Kenzo "Apa kamu sadar dengan yang kamu katakan Kenzo?" tanya Kyai Abdullah menahan amarah "Maaf Abah saya sadar dengan apa yang saya katakan." terang Gus Kenzo "Maaf saya menyela." sanggah Habib Ahmad "Jadi Kyai Abdullah ini mempunyai istri dan anak yang lain? Berarti Nyai Shema mempunyai madu selama menikah dengan Kyai Abdullah. Oleh karena itu, Kyai Abdullah meminta Gus Kenzo untuk menikah kedua kalinya dengan Ning Naswa." simpul Habib Ahmad "Apa benar yang disimpulkan anak saya Kyai Abdullah?" tanya Habib Hadi Kyai Abdullah tidak langsung menjawab pertanyaan besannya tersebut. Ia tak menyangka rahasia yang ia tutupi selama bertahun-tahun akhirnya terkuak juga. Bahkan didepan keluarga besannya. Ribet banget ya bund silsilah keluarga Gus Kenzo ?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD