(18) Harapan Sekedar Angan

1052 Words

"Kak! Kakak beneran nggak mau ikut Ayah sama Bunda ke rumah orang tuanya Kak Reza? Padahal kalau Kakak ikut, Kakak bisa nanya langsung, walaupun nggak nanya langsung paling nggak Kakak bisa mendengarkan jawaban langsung yang keluar dari mulut Kak Reza, Kakak bisa memberikan penilaian Kakak sendiri, layak atau enggaknya Kak Reza untuk di jadikan pendamping hidup nah ini Kakak malah menolak ikut Ayah sama Bunda, kenapa sih Kak?" Tanya Daffa yang dari setengah jam yang lalu udah ada di dalam kamar gue, Daffa sama sekali belum mau keluar dari kamar gue semenjak Ayah sama Bunda pamit berangkat untuk nemuin keluarganya Reza, alasannya udah sangat jelas, Ayah sama Bunda ingin memperjelas semuanya dengan sesegera mungkin, gue bisa paham tapi nggak bisa gue bikin paham sekarang adalah, kenapa Daffa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD