**Bab 042: Terjebak** Hari itu, tanpa disadari Anindira berjalan jauh. Biasanya, penjaga desa akan memperingatkannya. Tapi hari ini, tak seorang pun terlihat berjaga. Tanpa sadar, langkahnya membawanya keluar dari batas desa, memasuki Hutan Biru yang berbatasan langsung dengan wilayah barat desa. Hutan itu sunyi, namun mempesona—hamparan bunga Lonceng biru menutupi lantai hutan, sementara pohon-pohon rindang menjulang tinggi, membentuk kanopi alami. Kabut tipis menyelimuti udara hangat musim panas, dan cahaya matahari menembus celah daun seperti sorotan yang menari-nari di lantai hutan. Keindahan itu justru menambah rasa waswasnya; hutan yang sunyi terasa menunggu sesuatu, menyembunyikan mata-mata yang tak terlihat. Beberapa pasang mata bersinar mengawasi setiap gerakannya, tersembunyi

