**Bab 068: Ketika Dewasa** “Belum…” Jawaban Anindira terdengar berat, seolah satu kata itu memikul beban yang terlalu besar untuk tubuhnya yang ringkih. “Di dunia tempat asalku… aku hanya remaja yang baru saja hendak memasuki dunia dewasa.” Bibirnya melengkung membentuk senyum pahit. Senyum yang dipaksakan. Wajahnya menegang, rahangnya sedikit bergetar. Matanya berkilau—air mata menggantung di sana, menolak jatuh, namun terlalu jujur untuk disembunyikan. Pagi yang semula hangat itu perlahan menjadi sunyi. Halvir merapat dari belakang, memeluk Anindira tanpa kata. Lengannya melingkar kuat namun lembut, seolah tubuhnya menjadi dinding yang menahan dunia agar tak runtuh menimpa gadis itu. Ia mencium rambut Anindira, lama, menenangkan. Hans berlutut di hadapan mereka. Ia meraih kedua t

