**Bab 069: Omnivora** Siang itu, di rumah Hans yang juga berfungsi sebagai klinik kesehatan, keseruan antara Anindira dan Hans masih berlanjut. Cara berpikir mereka terasa sejalan—mengalir alami, saling menyambung, seolah sudah lama saling mengenal. “Hm…” Anindira menyusuri rak rempah dengan mata berbinar, jemarinya bergerak pelan di antara wadah-wadah kecil. “Ah, ini!” Ia berhenti dan menunjuk sebuah bahan dengan penuh kemenangan. Bawang putih. “Kau benar-benar tahu tentang ini?!” seru Hans. Wajahnya terkejut sekaligus berseri, matanya berbinar antusias. “Tidak banyak yang tahu soal ini.” “Hehehe…” Seperti biasa, tawa aneh Anindira muncul saat ia senang. Ia menggosok hidungnya dengan malu-malu. “Aku cuma tahu sedikit.” “Apa kau menggunakan ini untuk mengawetkan daging kemarin?” tan

