**Bab 047: Halvir Kembali** Pengaruh siklus masa subur Anindira mencapai puncaknya. Aroma feromon yang berhamburan dari tubuhnya menyelimuti udara seperti kabut memabukkan—menembus pertahanan naluri terakhir Gavriel yang telah compang-camping oleh luka, kelelahan, dan lonjakan kekuatan yang belum stabil. Nalarnya runtuh. Yang tersisa hanyalah insting purba. Anindira sudah tidak memiliki tenaga untuk melawan. Tubuhnya gemetar, otot-ototnya menolak bergerak, sementara air mata terus mengalir tanpa suara. Ia sadar—sepenuhnya sadar—namun tak lagi mampu berbuat apa-apa. Gavriel menindihnya. Tatapan matanya kosong. Wajahnya dingin, tanpa emosi, seolah jiwa yang selama ini ia kenal telah menghilang, digantikan sesuatu yang asing dan menakutkan. Sentuhan yang seharusnya melindungi berubah m

