**Bab 163: Atap Rumah Jebol** Anindira memekik memanggilnya, tapi teriakannya tidak digubris. Gavriel tetap melangkah, meninggalkannya yang terbaring cemas di tempat tidur. Tubuh Anindira yang besar karena kandungan membuatnya tak mampu mengejar, sementara hatinya dipenuhi kebingungan dan ketakutan melihat perilaku Gavriel yang aneh. Gavriel segera naik ke lantai atas, menepikan semua rasa sakit dan kebingungan yang mengganjal dadanya. Ia menghampiri Koza. ''Jaga Anindira sebentar,'' ucapnya singkat, nada suaranya tegang, matanya masih memerah dan gerak tubuhnya kaku, lalu tanpa menoleh, ia bergegas menuju Hans. Langkah Gavriel cepat dan tegas, seolah ia berlari mengejar sesuatu yang tak terlihat. Setiap detik pikirannya dipenuhi kemarahan, kesedihan, dan penyesalan yang bercampur aduk

