Tidak Ingin Ditolak

1264 Words

**Bab 164: Tidak Ingin Ditolak** Dalam waktu singkat, seluruh pakaian Anindira sudah dilepas Hans dengan cekatan, seperti sudah menjadi rutinitas biasa. Hal itu tidak lagi membuat Anindira canggung; sejak lama dia sudah terbiasa menampilkan dirinya sepenuhnya di hadapan Hans. Bahkan, perlakuan Hans saat merawatnya di masa-masa kritis dulu membuatnya tak lagi merasa malu. Kini, mereka bekerja seperti tim, saling memahami batas dan kenyamanan satu sama lain. Hans membelai perut Anindira dengan lembut, memeriksanya dengan profesional. ''Perutmu sudah begitu besar, tidak heran kau kesulitan bergerak,'' ujarnya sambil terus memeriksa kondisi Anindira dengan hati-hati. Anindira mengangguk pelan. ''Eum… Aku mudah lelah sekarang, dan selalu mengantuk… tapi sulit untuk benar-benar terlelap,'' ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD