**Bab 056: Setelah Kolaps** Beberapa waktu kemudian, Anindira benar-benar terbangun. Kesadarannya utuh. Napasnya stabil. Tatapannya tidak lagi kosong. Di sisi ranjang, dua pria berdiri tanpa pernah benar-benar berpaling sejak ia siuman—seolah sedikit saja kelengahan bisa membuatnya kembali runtuh. “Kau sudah merasa lebih baik?” Halvir bertanya pelan. Tatapannya meneliti wajah Anindira, rahangnya mengeras, menunggu—bukan jawaban, tapi perubahan sekecil apa pun. “Ehm…” Anindira mengangguk kecil. Ia terdiam. Bibirnya bergetar. Lalu, tanpa aba-aba, air mata mengalir deras membasahi pipinya. “Dira!” Halvir tersentak. Tangannya refleks meraih wajah Anindira, menahan kepalanya agar tetap menghadap padanya. “Kak Halvir jahat!” Sorot mata Anindira tajam, tapi berkaca-kaca. Suaranya pec

