**Bab 049: Telah Ditetapkan** Hans tidak menyukai satu kata pun yang keluar dari mulut Halvir. Namun tatapan tajam itu—dingin, teduh, dan terlalu tenang untuk situasi seburuk ini—membuat Hans menahan emosinya. Aura Halvir saat ini bukan aura seorang sahabat, melainkan seorang pria yang sudah mengambil keputusan dan tidak berniat mundur selangkah pun. ''Kau—!'' suara Hans rendah tapi keras, ''Apa yang sebenarnya kau pikirkan?!'' Tatapannya menyelidik, menusuk. ''Aku tahu kau,'' jawab Halvir tenang, nyaris tanpa emosi. ''Saat ini kau tidak mengincar wanita mana pun. Kau tidak terikat. Kau bebas.'' Ia menatap Hans lurus. ''Apa salahnya jika kau berpasangan dengannya?'' Nada suaranya datar, tapi kata-katanya seperti palu yang dipukulkan tepat ke d**a Hans. ''Tidak ada ruginya juga unt

