Kecap

1052 Words

**Bab 155: Kecap** Halvir tiba-tiba masuk bersama Hans, masing-masing membawa wadah makan. Aroma hangat langsung memenuhi ruangan. Mereka sengaja melewatkan sarapan—memberi waktu lebih lama bagi Gavriel dan Anindira sebelum akhirnya menyusul. "Kak Halvir, Kak Hans… kalian kembali!" seru Anindira spontan. Ia segera bangkit dan menyambut mereka, wajahnya berseri seolah kelelahan dan beban sebelumnya lenyap seketika. "Kau melewatkan sarapanmu," ujar Halvir sambil menatapnya singkat. "Kau pasti lapar." Belum sempat Anindira menjawab, perutnya lebih dulu bersuara—nyaring dan jujur. Hans mendesah kecil menahan tawa. "Ayo makan!" ujarnya sambil meletakkan hidangan. "Aku buat dua masakan. Takut kau tidak makan." "Wah… supnya bening," ujar Anindira sambil mendekat, menghirup aromanya dalam-d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD