**Bab 156: Diskusi Mengenai Bendungan** Setelah merasa kenyang, Anindira mulai kesulitan duduk dengan posisi tegak. Perutnya terasa penuh dan berat. Dia bergeser ke atas tempat tidur, mencari sandaran agar punggungnya lebih nyaman. Belum sempat dia benar-benar menemukan posisi yang pas, Halvir sudah lebih dulu duduk di belakangnya. Tubuh besar itu menjadi sandaran alami. Lengan Halvir melingkar ringan, menopang tubuh Anindira agar tidak menekan punggungnya. Anindira mendesah pelan, lega. ''Terima kasih,'' ucapnya sambil tersenyum tipis. Halvir membalasnya dengan anggukan kecil. Matanya turun sejenak, memastikan Anindira benar-benar nyaman. ''Dira, aku ingin mendiskusikan sesuatu denganmu…'' ujar Halvir lembut, tangannya membelai perut Anindira dengan gerakan pelan dan hati-hati. ''B

