Resin dan Terpentin

1187 Words

**Bab 157: Resin dan Terpentin** Anindira dan ketiga pria itu duduk berkumpul di atas tempat tidur. Ruang yang semula cukup kini terasa sempit. Kasur tampak amblas oleh bobot tubuh mereka berempat. Kedekatan itu membuat suasana terasa hangat—namun juga tegang. Anindira memiringkan sedikit kepalanya. Matanya menerawang, seolah menatap sesuatu yang hanya bisa ia lihat sendiri. ''Mungkin… bisa digunakan?!'' serunya pelan, ragu masih jelas tersisa di nada suaranya. ''Apa?'' tanya Gavriel, alisnya terangkat. ''Getah Pohon Pinus dan juga Pohon Kayu Putih,'' jawab Anindira. ''Untuk apa?'' Hans menyela, refleks. Anindira menatap mereka satu per satu, lalu mengangkat alisnya. ''Membakar bendungan!'' Keheningan jatuh seketika. ''Dira, ini hujan,'' Gavriel langsung menyanggah. ''Api akan s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD