**Bab 158: Guano dan Gula** Seperti yang diminta Anindira, Gavriel langsung bergerak menuju gua-gua yang biasa menjadi tempat tinggal kelelawar dan burung walet. Hujan belum menunjukkan tanda akan mereda ketika sosoknya menghilang di balik pepohonan basah. Hans mengambil arah berlawanan. Ia mencari bambu, lalu menuju rumahnya untuk mengambil belerang—bebatuan kuning yang selama ini sengaja ia hindari karena baunya. Sementara itu, Halvir tidak membuang waktu. Ia segera menemui Ruvi dan Koza. Dalam hitungan menit, perintah disebarkan. Para Manusia Buas diarahkan untuk menyadap getah pinus, menebang Pohon Kayu Putih, lalu mengeringkannya sebisanya di tengah cuaca yang nyaris mustahil diajak bekerja sama. Di dalam rumah, Anindira tidak tinggal diam. Sambil menunggu mereka kembali, ia mulai

