**Bab 119: Diet Seimbang** Beberapa waktu kemudian, Anindira akhirnya kembali memperlihatkan wajahnya. Matanya masih sedikit sembab karena air mata yang baru saja ia tahan. “Sudah tenang?” tanya Halvir pelan sambil mengusap pipi Anindira dengan ibu jarinya. Anindira tidak menjawab. Ia hanya mengangguk kecil, menatapnya dari balik d**a Halvir. “Jangan sedih,” ujar Halvir lembut. “Jika mereka bisa melewati semua ini, mereka pasti akan segera pulih. Mischa tidak akan tinggal diam melihat keadaan mereka. Desa Hutan Biru akan membantu.” “Kakak tahu kalau aku mencemaskan mereka?” tanya Anindira lirih. “Eum,” jawab Halvir singkat. “Keadaan mereka sangat buruk,” lanjut Anindira. “Aku tidak tega melihatnya…” “Seperti yang sudah aku bilang,” potong Halvir dengan nada lebih tegas, “Mischa aka

