**Bab 220: Pergi Dari Tebing** Mateo masih berkeliling di udara, menyisir dinding-dinding tebing dengan tenang. Sayapnya mengepak perlahan, hampir tanpa suara. Ia mencari gua yang cukup tersembunyi—yang terlindung oleh pepohonan dan lekukan batu, agar cahaya matahari siang hari tidak menembus masuk terlalu dalam. Ia tidak perlu turun. Dengan echo lokasi yang dimiliki Kelelawar, setiap rongga, celah, dan kedalaman batu tergambar jelas di kepalanya. Getaran suara memantul, memberi tahu mana gua yang dangkal, mana yang terlalu terbuka, dan mana yang cukup aman untuk ditinggali. Tidak sulit. Dalam waktu singkat, ia menemukan tempat yang diinginkannya. Mateo mendarat dan menurunkan Anindira di mulut gua. "Diam di sini!" perintahnya tegas. "Jangan mencoba lari!" Ia menoleh sedikit, sor

