**Bab 138: Lajang Muda Yang Penuh Semangat** Alis Ruvi terangkat menyaksikan gejolak darah muda yang baru saja berlalu di hadapannya. Sebagai pria dewasa, ada kebanggaan terselip di dadanya melihat nyala keberanian itu. Nyala yang dulu pernah ia miliki. Namun di saat yang sama, kelelahan juga mengendap—meski anehnya, ia tetap menikmatinya. “Apa aku juga akan seperti itu?!” seru Ruvi sambil menyeringai, menatap punggung dua pemuda yang menjauh. “Apa?” tanya Halvir singkat. “Aku juga punya anak perempuan,” lanjut Ruvi. “Zia. Usianya sudah sembilan belas. Beberapa minggu ini aku mulai kerepotan oleh para lajang yang bermunculan.” Ia menghela nafas. “Seperti yang kubilang, tampilan para wanita di desa ini berubah hari demi hari—semakin segar, semakin menarik. Itu membuat para pria jadi

