Trauma Yang Masih Tertinggal

1301 Words

**Bab 061: Trauma Yang Masih Tertinggal** Tanpa mengetahui apa yang terjadi di atas, Gavriel tersenyum lebar ketika mendengar namanya dipanggil. Setelah sekian lama menunggu di bawah, akhirnya ia diberi kesempatan naik. Kesempatan untuk berbicara. Kesempatan untuk menatap Anindira secara langsung. ''Ini airnya…'' ujar Gavriel ketika masuk, membawa bak besar berisi air panas. Begitu suara itu terdengar, Anindira mundur refleks. Kepalanya menunduk, pandangannya menghindar. Tubuhnya menegang, lalu bergetar. Keringat dingin muncul di pelipis dan lehernya dalam hitungan detik. Halvir dan Hans langsung saling berpandangan. Detak jantung Anindira terdengar kacau—terlalu cepat, terlalu keras. Napasnya memendek. Tubuhnya limbung. Hans bergerak lebih dulu. Ia menangkap tubuh Anindira tepat se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD