**Bab 040: Setumpuk Sayuran Liar** Tiga wanita duduk bersama—satu senior berpengalaman, dua junior muda yang masih mentah. Mereka berbicara tentang lika-liku kehidupan, hubungan antarindividu, dan dinamika yang terjadi dalam rumah tangga maupun lingkup sosial yang lebih luas. Ezra, sosok senior, berbicara dengan bijak. Nada bicaranya seperti sedang menggurui, memberi ceramah, namun diselimuti canda dan tawa ringan yang membuat suasana tetap hangat. Setiap kata yang keluar dari mulutnya mengandung pelajaran, tapi dikemas sedemikian rupa sehingga para junior mendengarnya dengan senang hati, tanpa merasa terbeban. Anindira dan Zia menyimak dengan penuh perhatian. Sesekali, mereka tersenyum atau mengangguk, mencoba memahami kedalaman makna di balik tiap nasihat Ezra. Bahkan ketika ceramahny

