Demam

1091 Words

"Berhenti menatapku seperti itu!" kesal Kirana. Sudah lebih setengah jam ia di kurung di ruangan ini tapi pria sialan yang sedang duduk santai di depannya tidak juga membuka mulut untuk bersuara. "Baiklah. Jika lima menit lagi Mas gak juga bersuara, aku akan teriak dari jendela ini biar keluargaku mendengarnya," ancam Kirana sambil beranjak menuju jendela di ruangan tersebut. Pria itu menghembuskan napas panjang. "Menikahlah dengan Mas." Tiga kata yang berhasil menghentikan aksi tangan Kirana yang berniat untuk membuka jendela. Kirana berbalik. Bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman. Tatapan matanya lurus membalas tatapan mata sang pria. "Aku gak mau!" tolak Kirana. Hal tersebut membuat pria di depannya menjambak rambut sendiri dengan frustasi. "Jangan egois, Ana!" bentaknya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD