Nella dan Keenan sedang menuju ke ruang inap Kirana yang memang berjarak tiga kamar dari tempat Nella diobati. Kalau Kirana terkilir, Nella hanya terluka di bagian telapak tangan dan lutut. Akibat tersungkur di atas aspal. Ponsel Keenan berbunyi saat mereka telah berdiri di depan pintu kamar inap Kirana. "Yang, bentar ya. Aku angkat telepon Papa dulu," ujar Keenan kepada Nella. Nella mengangguk sebagai jawaban. Dengan pelan Nella membuka pintu di depannya karena akut sang pasien di dalam tengah istirahat dan terganggu. Namun pemandangan di dalam sana membuatnya melotot. Abi dan Kirana sedang berpangku di atas sofa pojok ruangan. Terlihat Kirana terkekeh geli sambil menjambak manja rambut Abi. Sedangkan yang di duduki oleh perempuan itu mengerang tertahan. "Bar-bar banget temen gue ya A

