Bayi

1068 Words

"Dia membenciku. Karena aku pernah menolak kerja sama dengan hotelnya." "Astagaa, Roy. ." Aku mengusap wajahku yang basah. Entah sejak kapan air mataku meleleh begini. "Hei. . are you okay?" Aku mengangguk. "Jadi? Yang malam itu. ." "Kesalahpahaman. Saat itu kita sedang ada masalah. Dan aku pergi minum dengan Keenan untuk meluapkan semuanya. Yang aku ingat setelah Keenan mengantarku pulang, aku tertidur di kasurku. Hanya itu dan tengah malamnya kamu. ." Aku tidak tahan lagi. Aku menghentikan ucapannya dengan ciuman yang menuntut. Rasanya aku ingin berteriak sekarang juga kalau aku menyesal tidak pernah memberinya kesempatan untuk menjelaskan semuanya, dulu. Dan ada rasa lega di hatiku yang tidak bisa aku ungkapkan saat tahu semuanya hanya jebakan semata. "Lalu Nesya?" "Dia meman

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD