Maxleon tersentak, matanya terbuka lebar, langsung menyadari bahwa dirinya berada di dalam air. Ia ingat, seorang pria menendangnya hingga jatuh ke air. Pandangannya berkeliling, dan paru-parunya terasa semakin sakit saat mendapati sosok Denaya yang melayang tak berdaya. Tertarik semakin jauh ke dalam air. Maxleon berenang dengan cepat. Langsung memeluk Denaya begitu sudah mencapainya. Tangannya bergerak cekatan, berusaha membuka cengkeraman rantai di pergelangan kaki Denaya. Gadis itu tidak bergerak, dan Maxleon tidak ingin membayangkan hal buruk apa yang bisa saja terjadi. Ia lalu menyetarakan wajahnya dengan wajah Denaya. Menempelkan bibirnya pada bibir Denaya, lalu mengembuskan napasnya ke dalamnya. Berusaha membagi oksigen agar setidaknya gadis itu bisa meresponnya. Dengan secepat ya

