"Ya Tuhan, kamu Mia kan? Penyanyi muda yang terkenal itu?" Mia hanya mengangguk cepat saat tangannya menyembunyikan pistol yang dia bawa di balik pakaiannya. Air mata yang membasahi pipinya Mia hapus dengan cepat, sebelum dia menatap supir itu dengan mata penuh harapan. "Um...... Tuan, bisakah kamu mengantarku ke gedung perusahaan Infinite? Gedung perusahaan itu seharusnya ada di kota ini....." ujar Mia ragu. Gadis itu menghela nafas lega saat si supir mengangguk, untungnya dia ingat pernah mencari info tentang pekerjaan Victor sebelum ini. Di tengah kekacauan otaknya, Mia saat ini hanya tahu dia harus menemui Victor secepat yang dia bisa. Victor tengah bicara padanya sebelum pria itu tiba-tiba menghilang di ingatan Mia. Baik dan buruk tindakannya tidak lagi bisa Mia pikirkan. Bertemu

