"Terima kasih Lily, karena terus bertahan di sisiku sampai detik ini." Lily menatapi perkebunan luas yang ada di depannya dengan tatapan kosong saat pikirannya kembali memutar kata-kata Enzo pada hari ini. Lagi-lagi tangannya mengepal erat, saat dia ingat tujuannya sampai bisa berada di rumah utama saat ini. Dia tidak ingin melakukannya. Dia benar-benar mencintai Enzo, hatinya telah terikat dengan pria tampan itu bahkan ketika Enzo tidak pernah mau mengakui cintanya selama bertahun-tahun. Lily bahkan rela melakukan apa pun jika itu bisa membuat Enzo bahagia. Dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk membantu pria itu. Tapi ketika kakaknya dikaitkan dengan segala tindakannya, Lily tidak bisa lagi langsung memilih Enzo sebagai prioritasnya. Tidak seperti Lily yang sebenarnya lebih memili

