"Mau ke mana, kamu?" tanya Nick sambil menarik Ima, sahingga Ima jatuh di pangkuannya lagi. "Kan Mas mau kerja, aku mau ke dapur," sahut Ima, malu-malu. Meski begitu, ia senang karena sikap suaminya yang nakal tersebut. "Kamu harus tanggung jawab! Jangan curang," ucap Nick. Kemudian ia membalas Ima dengan mencumbu bibirnya untuk beberapa saat. Ima tidak menolak. Ia membiarkan suaminya menikmati apa yang ada di tubuhnya. "Perasaan tadi aku cuma cium pipinya, deh," ucap Ima, malu-malu, setelah Nick melepaskan tautannya. "Balasan memang selalu lebih kejam dari perbuatan," sahut Nick sambil tersenyum. Ia pun mengusap bibir Ima yang basah akibat ulahnya. Ima tersenyum sambil geleng-geleng kepala. "Bisa bahaya kalau dilanjut. Ya udah aku ke dapur dulu, ya. Mau masak buat makan malam," ucap

