Chapter 2 Mendung
Jakarta hari ini mendung dari pagi, seperti suasana hati Julia yang masih bt setelah diceramahi mama kemaren sore.
Cuaca dan suasana hati yang moody membuatnya tidak bersemangat untuk keluar rumah seperti biasanya.
Duduk di sofa, Julia sibuk melamun sambil melihat pemandangan taman depan rumah, tiba tiba Julia mendengar suara dari lantai atas.
Theo adik ku dan istrinya Natalie sedang bersiap siap pergi ke rumah orang tua Natalie. Jadwal rutin tiap minggu Theo dan istrinya mengunjungi rumah mereka.
Tidak lama seseorang menurunin tangga, Julia menebak iparnya yang turun, tidak lama Natalie muncul dan melihat ke arah ku.
"Tumben ada di rumah, biasa udah keluyuran di mall, lagi nga ada acara?" tanya iparku
"Lagi males"jawab Julia
Natalie tertawa mendengar jawaban Julia karena biasanya Julia paling susah dicari kalau hari sabtu dan minggu.
Natalie penasaran dan pernah bertanya mengenai urusan percintaan kakak iparnya tersebut.
Natalie merasa binggung karena Julia termasuk cantik, badannya proposional, cara berpakaian juga penampilannya keren dan ok.
Temennya juga banyak, lawan jenis yang naksir juga nga kehitung banyaknya tapi sampai umur hampir kepala tiga masih saja sendiri.
Julia juga gampang bergaul, kalau diajak ngobrol selalu seru. Natalie menduga iparnya terlalu pemilih sehingga susah mendapat jodoh.
Ketika di tanya soal kriteria calon pacar ideal, Julia cuma mengatakan yang penting penampilan rapi dan bersih, punya pekerjaan yang mapan dan pintar.
Julia mengatakan kriteria yang dia inginkan standar saja tidak terlalu berlebihan.
Ia tidak mencari pria kaya raya, wajahnya tampan seperti aktor atau cute seperti idol dari anggota grup kpop.
Justru Julia binggung sendiri dengan kriteria standar tersebut dirinya sudah susah menemukan calon yang pas, apalagi jika ia menentukan kriteria yang lebih tinggi.
Ketika Natalie asyik dengan pikirannya tiba tiba saja ia teringat salah satu temannya ada yang sedang mencari pacar, tapi ia tidak tau apakah Julia tertarik untuk mencoba berkenalan dengan temannya tersebut.
Natalie berpikir mana tau yang temennya itu adalah jodoh yang pas buat Julia.
"Oh iya Julia, ngomong ngomong ada salah satu temen aku masih jomblo minta dikenalin cewe, orangnya lumayan keren dan udah ada usaha, adik kamu juga kenal sama dia, mau nga dikenalin?"
"Enga lah, masa kenalan sama brondong" tolak Julia dengan segera.
"Coba aja dulu, lagian perbedaan cuma setahun dua tahun nga masalah kok, dia sudah tahu kamu kakaknya Theo, cuma kenalan doang, kan nga langsung kalian bisa cocok, mana tau kalian berjodoh"
"Kalau kamu setuju besok kita janjian" ajak Natalie
" Liat aja besok bagaimana" jawab Julia, sambil melihat Theo turun dari lantai atas.
Theo berjalan menuju istrinya dan sambil mengandeng tangannya keluar ke parkiran.
Julia melihat mobil Theo yang melaju pergi, dia memikirkan apakah mengajak salah satu temannya jalan atau menghabiskan waktu di rumah saja sambil luluran dan creambat sendiri.
Akhirnya Julia memutuskan tinggal di rumah saja, ketika dia mau masuk ke dalam kamar, adik nya yang kecil tiba tiba turun dari lantai atas sudah berpakaian rapi.
Novie terkejut melihat kakaknya ada di rumah, langsung ketawa dan ngejek kakaknya.
"Tumben banget nih ada di rumah, lagi bokek atau nga ada yang ngajak jalan?"
Julia melotot ke arah novie sambil membanting pintu kamarnya.
Dari dalam kamar Julia mendengar suara motor balap yang meraung raung di depan rumah, dia sudah tau itu pacar Novie yang datang menjemput.
Novie sudah berpacaran dengan pacarnya sejak kuliah. Pacarnya bernama Hendry, ia merupakan teman sma Novie.
Hendry tidak tampan dan penampilannya biasa saja tapi adik ku bisa menyukai Hendry, ketika Julia menanyakan alasan memilih Hendry, ia menjawab bahwa ia jatuh cinta pada motor balapnya bukan dengan pemiliknya.
Ketika Julia mendengar jawaban Novie hanya bisa geleng geleng kepala. Walau begitu hubungan mereka berdua awet hingga bertahun tahun malah sampai tahap ingin menikah.
Seandainya tidak menunggu Julia menikah terlebih dahulu mungkin mereka berdua sudah menikah sekarang.
Tapi Novie dan Hendry juga tidak terlalu terburu buru untuk menikah tapi karena desakan dari orang tua pihak Hendry yang ingin segera melihat anak bungsu nya menikah.
Orang tua Hendry menyukai Novie sehingga mereka menyetujui hubungan Novie dan Hendry segera menuju jenjang pernikahan.
Novie sudah menjelaskan kepada calon mertuanya kalau mereka belum dapat menikah karena masih ada Julia kakak pertama Novie yang belum menikah sehingga papa mama tidak menyetujui adanya pernikahan mereka dalam waktu dekat.
Calon mertua Novie memaklumi alasan Novie, tapi mereka mendesak supaya jangan terlalu lama menunda karena usia mereka sudah cukup untuk membina rumah tangga.
Tahun ini Novie menginjak usia dua puluh empat tahun, mereka mengatakan ketika usia mereka sama seperti Novie, mereka sudah memiliki empat anak.
Novie dan Hendry mengatakan kepada mereka sudah tidak jamannya lagi menikah terlalu muda. Jaman sekarang rata rata usia pasangan yang menikah dua puluh lima tahun ke atas, sehingga pasangan yang menikah sudah mapan dan mantap dalam menjalani pernikahan.
Julia yang mengetahui dirinya menjadi penghalang adik nya untuk menikah merasa bersalah.
Ia sudah mengatakan kepada Novie dan Hendry untuk segera menikah saja tanpa perlu menunggu dirinya menikah terlebih dahulu.
Menurut Julia jika ia di desak segera menikah itu hal yang tidak masuk akal.
Bagaimana mungkin ia menikah sedangkan calon nya saja belum ada.
Julia berpikir bagaimana ia bisa mendapatkan calon yang cocok, semua pria yang mendekatinya tidak ada yang membuatnya tertarik.
Kadang kadang Julia tidak habis pikir bagaimana seseorang bisa dengan mudah jatuh cinta.
Ia saja susah untuk jatuh cinta.
Tapi Julia juga tidak tahu mengapa adik adiknya mudah mendapatkan pasangan yang cocok.
Theo dan Natalie adalah teman kuliah, mereka seumuran, setelah berpacaran beberapa tahun mereka menikah.
Theo adik Julia diketahui memiliki wajah tampan dan berbadan tinggi, ia memiliki beberapa pacar tapi terakhir ia memilih menikah dengan Natalie.
Hubungan Theo dan Natalie seperti layangan putus nyambung lagi. Selama putus mereka masing masing memiliki pasangan baru tapi akhirnya mereka balikan lagi dan menikah sampai sekarang.
Sedangkan Yohana adik perempuannya yang kedua menikah dengan suaminya dengan alasan yang tidak jelas, Ia menikah di usia yang masih muda terkesan terburu buru,
Yohana memiliki wajah yang cantik dan badan yang sempurna, ia dikejar oleh beberapa pria yang memiliki usaha dan mapan tapi ia lebih memilih suaminya yang hanya bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan.
Sampai sekarang Julia masih tidak mengerti alasan Yohana menikah.
Setelah mendengar suara raungan motor Hendry yang mulai menjauhi rumah, Julia baru sadar dari lamunannya.
Akhirnya ia sendirian di rumah.