SEASON 1 JULIA Chapter 13 Hari yang sial

1069 Words
SEASON 1 Chapter 13 Hari yang sial Selama perjalanan ke kantor Julia masih teringat ucapan mamanya. Ia memang seharusnya sudah berumah tangga dan memiliki anak. Teman teman seumurannya rata rata sudah memiliki beberapa anak, malah anak anaknya sudah memasuki usia sekolah. Ia jangan kan anak, suami saja ia belum punya. Kenyataannya ia masih single sampai hari ini. Mimpinya memiliki keluarga kecil yang bahagia sepertinya masih belum ada tanda tanda segera tiba. Perjalanan menuju kantor hari tidak biasanya macet, Julia paling tidak sabar kalau terjebak macet, ia mulai gelisah dan kesal. Sarapan omelan mama pagi pagi dan sekarang ia terjebak macet 15 menit di tempat yang sama tanpa ada tanda tanda bergerak sama sekali. Julia melihat jam tangannya, ia sudah terlambat 30 menit dari jadwal pertemuannya dengan klien pagi ini. Julia mencoba menghubungi kliennya tapi tidak di jawab. Ia sudah menghubungi mereka tiga kali tapi tidak diangkat sama sekali. Akhirnya ia menghubungi manager di kantornya, tapi ia juga tidak mendapat jawaban. Segera ia menghubungi bagian resepsionis, ia menanyakan managernya. Ternyata managernya masih belum masuk ke kantor akibat kecelakaan yang lalu, Julia sudah menduga mungkin perlu beberapa hari managernya baru bisa masuk kerja. Julia benar benar pusing, padahal ini salah satu klien penting, ia sudah beberapa kali berusaha mengajukan penawaran ke pihak mereka. Tapi selalu di tolak. Minggu lalu tiba tiba mereka mengajak bertemu untuk membahas proposal yang ia ajukan. Sialnya di hari ini pertemuan tersebut diadakan malah ia terjebak macet. Setelah hampir satu jam terlambat menuju tempat pertemuan akhir Julia sampai disana. Ia segera menuju tempat tersebut sampai disana yang masih menunggu Julia hanya perantara yang menghubungi nya. Julia segera meminta maaf atas keterlambatannya. Ia melihat wajah wanita yang menjadi perantaranya tampak marah. "Saya minta maaf atas keterlambatan ini, di jalan tadi ada kecelakaan beruntun sehingga saya terjebak disana satu jam setengah, sekali lagi saya minta maaf bu Susie" "Bu Julia saya tidak mengerti, sudah berkali kali pihak ada menghubungi pihak kami tapi kita belum ada waktu dan penawaran yang sesuai dengan kedua belah pihak. Saya sudah berusaha membantu pihak bu Julia supaya kerjasama kedua belah pihak tercapai, tapi kelihatannya pihak bu Julia tidak serius menanggapinya" bu Susie mengajukan komplain ke Julia. "Bukan begitu bu Susie, saya sangat aerius mengharapkan kerja sama ini terwujud, sekali lagi saya minta maaf bu" "Bu Julia tidak tahu berapa banyak waktu yang terbuang dan kerugian akibat kesalahan ini. Saya sudah susah payah mengatur pertemuaan bu Julia dengan atasan saya, tapi bu Julia tidak tepat janji. Atasan saya tadi sudah menunggu 30 menit tapi bu Julia masih belum juga tiba, bu Julia kan tahu atasan saya sangat sibuk, beliau sangat marah dengan kejadian ini. Beliau menganggap pihak bu Julia tidak kompeten dalam hal ini. Atasan saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi karena ada urusan lain." "Maaf bu Susie bukan maksud saya untuk menyia yiakan waktu atasan bu Susie" "Tadi saya sudah mengingatkan bu Julia, pihak kami hanya bisa menunggu selama 30 menit saja, saya tidak bisa menahan lebih lama lagi, atasan saya datang kesini sia sia saja, beliau memutuskan tidak akan melakukan kerja sama dengan pihak bu Julia, semoga bu Julia tidak melakukan kesalahan seperti ini di kemudian hari. Saya tidak bisa membantu pihak bu Julia lagi, karena saya saja sudah mendapat peringatan gara gara urusan ini" "Bu Susie, bagaimana ini kok batal kerja samanya, ibu kan sudah janji untuk membantu pihak kami, dan ibu mengatakan kerja sama ini sudah pasti terlaksana" "Memang saya berusaha membantu, atasan saya akhirnya setuju dengan penawaran dari pihak bu Julia, tapi karena kelalaian bu Julia, atasan saya menilai pihak bu Julia tidak dapat di percaya, beliau merasa pihak bu Julia tidak profesional" "Tapi bu Susie, ini hanya kesalahan pribadi saya saja bukan dari pihak perusahaan saya, sekali lagi saya minta maaf secara pribadi, perusahaan saya selama ini kinerjanya cukup baik loh, kami berusaha profesional dalam menyelesaikan semua kerjasama yang kami lakukan. Reputasi perusahaan kami cukup baik dan kami juga berusaha menjadi pihak yang dapat dipercaya" "Bu Susie, tolong bantu supaya kerja sama ini tidak gagal, saya akan memberikan komisi yang lebih ke bu Susie secara pribadi akibat kelalaian saya ini" "Bu Julia ini bukan masalah komisi atau keuntungan pribadi saya, ini saya saja sudah mendapat teguran dari atasan saja atas kejadian ini, jangan kan komisi, bisa bisa saya dipecat lagi" "Mana mungkin bu Susie, begini saja, bu Susie atur pertemuan saya dengan atasan bu Susie di kantor ibu, saya akan meminta maaf secara langsung ke atasan bu Susie secara pribadi, saya akan menjelaskan kejadian yang sebenarnya, ini murni kesalahan dari saya sendiri" "Maaf bu Julia, bukan saya tidak mau membantu tapi masalahnya sore ini atasan saya akan terbang ke Dubai, dan beliau akan stay di sana selama tiga bulan, bagaimana bisa bu Julia meminta saya mengatur pertemuan lagi, hari ini saja saya sudah menyelipkan pertemuan ini di jadwal padat atasan saya" "Mungkin perusahaan kita belum berjodoh dalam kerja sama ini bu Julia, dan saya juga tidak bisa membantu lagi, saya minta maaf saya harus segera kembali ke kantor lagi, masih banyak perkerjaan yang menunggu" bu Susie bangkit dari tempat duduknya, ia pamit kembali ke kantornya. "Oh, terima kasih banyak atas bantuan bu Susie, saya minta maaf atas kejadian hari ini, ibu Susie mendapat teguran, lain kali semoga kita berjodoh bisa melakukan kerja sama" Julia segera ikutan bangkit dari kursinya. Bu Susie segera meninggalkan Julia yang masih berdiri menatap kearah pintu keluar. Setelah bu Susie menghilang dari hadapannya, Julia kembali duduk di tempatnya. Ia melihat sekeliling cafe tempat ia duduk. Hanya ada beberapa meja yang terisi. Beberapa customer disana terlihat menikmati sarapan. Julia melihat mejanya terlihat beberapa gelas yang sudah ditinggalkan oleh kliennya. Julia memanggil pelayan untuk menyelesaikan tagihan. Ia memberikan kartu kreditnya ke pelayan tersebut. Sambil menunggu pelayan tersebut menyelesaikan transaksi, Julia merenungi nasib sialnya. Ia benar benar kesal, kerja sama yang ia harapkan gagal, padahal ia sudah percaya kerja sama ini akan berhasil, ia sudah menghitung keuntungan yang akan ia dapatkan dari kerja sama ini. Padahal adik adiknya juga mengharapkan kerja sama ini berhasil. Perusahaan ini perusahaan internasional, mereka melakukan transaksi dalam jumlah yang besar dan akan berlanjut dalam jangka panjang seandainya berhasil. Julia hanya bisa menyalahi dirinya sendiri, ini semua hanya kesialan dirinya. Ketika ia meratapi kesialannya, pelayan mengembalikan kartu kreditnya. Segera ia meninggalkan tempat tersebut dan menuju kantornya. Sampai di kantor sudah menunggu berita tak terduga, gudang di butik baru kemalingan, hampir kosong diambil semua. Julia merasa kepalanya mau meledak. Hari ini benar benar siallllll.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD