#43 - Patah Hati Pertama

1550 Words

Sepulangnya Sharletta dari tur sekolah, dia merasa bingung. Dia sampai malam hari bersama ayahnya yang menjemput. Namun, di kamarnya dia menaruh ransel di sembarang lantai dan menutup pintu. “Bersih-bersih dulu, Let!” teriak mamanya dari lantai bawah. Perintah itu dituruti Letta. Dia keluar menuju kamar mandi dan mencuci kaki, tangan, gosok gigi, dan terakhir mencuci mukanya. Dia menatap cermin memandang pantulan dirinya yang masih begitu mungil. Teringat sebuah kiriman rekaman suara dari Oxel ketika malam kepulangannya dari tur tadi. Rasa bahagianya langsung lenyap seketika seperti tersedot lubang hitam. Oxel sempat meneleponku ketika aku di dalam bus. Dia bilang, jangan terlalu diambil hati, itu hanya fakta dibalik Arion tidak bisa datang di hari itu. Oxel sudah berjanji akan menyamp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD