Bab 15

2001 Words
Raina tampak cemberut ketika sudah selesai mengobrol dengan Om Kai melalui ponselnya. gadis itu merasa sangat kesal mengapa Omnya tidak bicara sejak awal kalau mungkin dirinya sibuk dengan sang pacar. "Tahu gitu, dari tadi aku pulang sama Lula atau Tasya aja," gerutu Rain sambil mengotak-atik ponsel miliknya. "Raina, kami belum pulang?" tanya seseorang yang tak lain adalah Bintang yang baru saja keluar dengan mengendarai sepeda motor sport berwarna hitam. lelaki itu tersenyum ke arahnya hingga membuat hatinya semakin meleleh. "Oh hai Bintang, loh kamu juga baru mau pulang?" tanya Rain balik ketika pandangannya sudah teralihkan dari ponsel miliknya. Rain merasa kali ia beruntung bisa bertemu dengan Bintang berduaan saja setelah jam sekolah usai. "Ya tadi aku tadi ada urusan sebentar sama Guru, Oh ya kamu sendiri kenapa belum pulang?" jawab Bintang yang di akhiri dengan sebuah pertanyaan kepada Rain. "Harusnya dari tadi aku udah pulang tapi yang jemput lagi sibuk sama pacarnya makanya sekarang baru aja mau pesan ojek online," jelas Rain sambil tersenyum ke arah Bintang hingga lelaki itu terpesona dengan paras cantiknya. Rain merasa sangat senang sekali bisa bertemu berdua dengan Bintang di luar jam Sekolah. "Bagaimana kalau aku yang antar kamu pulang saja? tapi kali ini dengan satu syarat ya?"tawar Bintang yang membuat bola mata Rain kali ini membulat dengan sempurna setelah mendengarnya hingga gadis itu harus kembali mencerna ucapan Bintang barusan. "Syarat? tumben pakai syarat segala," seru Rain yang tak percaya kalau Bintang menginginkan sebuah syarat untuk mengantarnya pulang kali ini. memang sih sedari tadi gadis itu menunggu momen ini hanya saja kalau syaratnya aneh-aneh lebih baik nantinya akan ia tolak saja untuk menjaga harga dirinya sebagai wanita. "Iya Syarat tapi tenang kok syaratnya gampang dan enggak aneh-aneh," Kata Bintang yang berusaha meyakinkan Rain agar gadis itu mau memenuhi persyaratannya. "Beneran enggak aneh-aneh? tapi apa syaratnya?" tanya Rain penasaran. "Syaratnya kamu temani aku makan mie ayam bakso di tempat yang waktu itu, gimana? mau kan?" kata Bintang yang membuat Rain tersenyum lebar dan menjawabnya dengan sebuah anggukan karena syarat yang pemuda itu berikan sangatlah menguntungkan untuk dirinya yang merasa kelaparan. "Oke,.aku setuju," jawab Rain lalu Bintang memberikan helm cadangan miliknya kepada gadis itu. setelah mengenakan helm di bantu oleh Bintang, kini Rain naik ke atas motor Bintang lalu mereka pergi menuju penjual mie ayam bakso yang pernah mereka datangi sebelumnya. Rain merasa sangat beruntung bisa kembali di antar pulang dan makan bersama dengan Bintang seperti ini. awalnya gadis itu merasa sangat kesal namun perlahan rasa itu berubah menjadi rasa senang dan bahagia karena kini ia bisa menghabiskan sedikit waktunya bersama Bintang. Selain itu Rain merasa tidak peduli jika harus kembali pulang telat dan harus di marahi oleh Kai lagi setelah ini. # # # "Akhirnya kita sampai juga di Rumah kamu, Sayang," kata Kai saat mereka sudah berada di depan teras Rumah Agatha lalu duduk di kursi yang ada di sana. "Terima kasih ya Sayang buat hari ini kami sudah mau mengantar aku ke Rumah sakit dan pulang ke Rumah juga, kalau kayak gini berasa punya pacar beneran deh," kata Agatha yang mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan sedikit curahan hatinya yang terselip dengan sebuah candaan kecil. "Ya ampun sampai segitunya kamu bilang berasa punya pacar beneran memang selama ini kamu pacaran sama siapa sih?" canda Kai balik sambil mengacak-acak rambut Agatha. "Selama ini kan kita hanya bertemu via handphone dan laptop saja makanya aku jadi merasa sedang berpacaran dengan barang-barang elektronik bukan manusia," jawab Agatha yang kali ini menggoda Kai hingga lelaki itu tertawa saat mendengarnya. ya itulah konsekuensinya jika menjalani hubungan jarak jauh selama setahu belakangan. "Aku minta maaf ya selama ini pasti kamu merasa sangat kesepian tanpa aku di sisi kamu tapi sekarang kamu enggak usah khawatir karena aku sekarang ada di sini dan akan selalu ada untuk kamu," kata Kai yang merasa sangat bersalah setiap kali mengingat bagaimana menjalani hubungan jarak jauh yang tak mudah untuk mereka berdua. "Jangan minta maaf Kai lagi pula aku juga yang mau menjalani hubungan ini kalau aku enggak mau kan sudah dari dulu aku mundur dan menyerah tapi nih sekarang aku senang kalau kamu mau selalu ada untuk aku," kata Agatha bangkit dari tempat duduknya lalu memeluk Kai dari belakang dan juga menciumi pipi Kai. "Janji ya Kai jangan pernah tinggalin aku dan pokoknya harus selalu ada buat aku," kata Agatha manja kepada Kai ketika lelaki itu sedang mengusap puncak kepalanya. "Iya Tha, ya sudah aku pulang ya sekarang, kamu istirahat dan jangan lupa minum vitamin sama obat dari Dokter," pamit Kai. "Jangan pulang sekarang ya Kai, aku masih mau sama-sama kamu lebih lama, aku takut kalau kamu nanti pulang ke Rumah terus berubah pikiran dan ingin menikahi wanita itu," seru Agatha yang masih ingin bersama dengan Kai menghabiskan waktu berdua yang baru saja di mulai. selain itu hati Agatha merasa tak tenang ketika ia harus mengingat bagaimana lelaki yang paling ia cintai akan menikah dengan orang lain. "Hei Tha, kamu jangan berpikir seperti itu ya karena memang aku sangat mencintai kamu dan sosok kamu tuh enggak akan pernah terganti oleh siapa pun," kata Kai yang berusaha meyakinkan Agatha akan perasaan cintanya terhadap wanita itu. Agatha terdiam untuk kembali meyakini hatinya sendiri dan juga menenangkan kembali hatinya yang selalu saja merasa gelisah. "Kamu percaya aku kan?" tanya Kai yang kini sudah bangkit dari tempat duduknya dan menatap Agatha yang terlihat masih ragu. Agatha sendiri juga masih bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan Kai. "Enggak apa-apa kalau saat ini kamu enggak percaya sama aku tapi nanti aku akan kembali yakinkan kamu kalau aku benar-benar mencintai kamu, Agatha Putri," kata Kai sambil menggenggam kedua tangan sang kekasih lalu mengecupnya secara bergantian. hal itu tentu saja membuat hati Agatha meleleh layaknya es yang mencair karena hangatnya perkataan manis dari Kai. "Kalau begitu aku pamit pulang ya," pamit Kai lagi namun Agatha menggeleng sebagai tanda penolakannya. "Kenapa?" "Aku mau kamu di sini sebentar lagi ya, temani aku makan malam lalu setelah itu pergi," rengek Agatha manja sambil memeluk Kai. Kai pun tak bisa menolaknya karena memang lelaki itu pun masih ingin bersama dengan sang Kekasih. "Baiklah, kebetulan aku pun sedang merasa lapar tapi kamu enggak usah repot-repot masak biar aku yang pesan makanan untuk kita," kata Kai sebelum sang kekasih melakukannya lebih dulu. "Iya Sayang, tapi sekarang kita masuk ke dalam ya karena udara di luar dingin," ajak Agatha dan mereka berdua pun masuk ke dalam Rumah Agatha yang memang hanya tinggal sendirian di sini karena memang wanita itu tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya. # # # Kini Rain dan Bintang sudah berada di tempat penjual mie ayam bakso yang pernah mereka datangi tersebut. kini keduanya merasa tidak canggung untuk mengobrol berdua sedikit berbeda dengan saat pertama kali mereka mengobrol. "Oh jadi yang sering antar dan jemput kamu sampai bikin heboh satu sekolah itu adalah Om kamu," kata Bintang yang baru mengetahui hal tersebut setelah sebelumnya sempat menerka- terka tentang keduanya, apa lagi lelaki itu juga sempat mendengarkan penilaian dari siswa- siswi di Sekolah terkait Rain dan sih Om seperti salah satunya Rain yang digosipkan menjadi simpanan Om-Om tampan. "Masa sih heboh sampai satu Sekolah? enggak deh kamu terlalu lebay, Bintang," kata Rain yang merasa kalau ucapan Bintang barusan terlalu berlebihan. "Ih benar kok, coba aja kamu sering- sering kumpul dan ngobrol sama para tukang gosip di Sekolah pasti kamu bakalan tahu kalau memang kamu dan Om kamu itu paling terkenal di Sekolah beritanya," kata Bintang yang berusaha meyakinkan Gadis yang ada di hadapannya namun tetap saja Rain tidak percaya hingga gadis itu hanya tertawa ketika mendengarnya. "Kalau gosip soal aku dan Om aku, aku enggak percaya tapi kalau gosip soal kamu baru aku percaya," kata Rain sambil kembali menikmati makanannya. "Memangnya gosip tentang aku itu apa?" tanya Bintang yang kali ini berniat mengobrol serius karena pemuda itu tak ingin gadis itu merasa salah paham dengan gosip yang beredar tentang dirinya. "Gosip kamu yang sedang dekat dengan Adik kelas kita, anak kelas 2C atau D gitu aku lupa," jawab Rain yang bersikap santai di hadapan Bintang karena sejujurnya hati Rain sempat sesak mendengar gosip tersebut. "Maksud kamu sih Bella, anak kelas 2D?" tanya Bintang untuk kembali meyakinkan sebelum dirinya memberi klarifikasi yang sebenarnya ingin Rain dengar juga nantinya. "Kayaknya ia sih, memang kamu merasa dekat siapa saja, Bintang?" jawab Rain yang terdengar menggantung untuk pemuda yang ada di hadapannya. Kalau harus menjawab pertanyaan Rain dengan jujur sudah pasti gadis itu akan merasa sakit hati setelah mendengarnya tapi jika ia mengelak juga Rain tidak akan percaya kan. "Aku enggak dekat dengan siapa- siapa Rain, maksudku dekat seperti saat ini sampai mengantarnya pulang dan juga mengajaknya makan berdua," kata Bintang yang berusaha meyakinkan Rain dengan tatapan matanya yang juga seakan berbicara. Rain sendiri sebenarnya masih merasa belum yakin jika wanita yang dimaksudkan oleh Bintang adalah dirinya karena bisa saja kan ada wanita lain lagi? gadis itu juga tak ingin merasakan patah hati begitu cepat saat dirinya sedang menikmati momen manis bersama pemuda yang sedang menatap dirinya. selain itu Rain juga tidak tega jika nantinya gadis itu harus membuat Bintang merasakan sebuah rasa kecewa yang datang darinya. "Wow, kamu cukup romantis juga ya orangnya sampai harus melakukan hal seperti itu pasti wanita itu akan merasa sangat beruntung mendapatkan perlakuan seistimewa itu," puji Rain kepada Bintang sambil tersenyum ke arah pemuda tersebut yang menunjukan raut wajah kecewa karena wanita yang dimaksud adalah sosok Raina Anggara Pratama. "Tapi Rain.." "Bintang maaf sekali sepertinya aku harus pulang sekarang karena pasti Om Kai sudah ada di Rumah saat ini," Dusta gadis itu yang berusaha mengalihkan ucapan Bintang saat ini. Rain hanya tak ingin Bintang mengungkapkan isi hati saat ini juga di hadapannya. "Benarkah?" tanya Bintang. "Iya karena beberapa menit lalu ia mengirimkan pesan kepadaku kalau ia sedang dalam perjalanan pulang tapi kalau kita pulang sekarang mungkin saja aku bisa sampai lebih awal darinya," kata Rain yang kembali berdusta agar Bintang benar- benar mau mengantarnya pulang saat ini juga. "Ya sudah, aku akan mengantarmu pulang sekarang," kata Bintang sambil menarik tangan Rain untuk segera pergi dari sini namun sebelumnya lelaki itu harus membayar makanan serta minuman yang mereka pesan tadi. Setelah itu mereka berdua berjalan sedikit menuju motor Bintang yang masih terparkir rapih di tempatnya. Dan setelah itu barulah mereka mulai menyusuri jalanan untuk sampai di Rumahnya Dalam hati Rain tertawa geli ketika mereka berdua harus melakukan hal itu. Hal yang sama saja terlihat seperti mereka yang sedang bersembunyi karena sedang berselingkuh dari pasangan masing- masing. Rain tak menyangka jika lelaki tampan tersebut yang terkenal baik dan romantis itu bisa bertanggung jawab untuk mengantar dirinya pulang ke Rumah seperti saat ini. "Bintang terima kasih untuk hari ini ya dan maad karena aku mengacaukannya begitu saja tapi jika aku sampai ketahuan oleh Om Kai mungkin aku tidak akan di ijinkan keluar Rumah nantinya," kata Rain ketika mereka sudah sampai di Rumah Rain namun mobil sang Om tidak ada di pekarangan Rumah. "Iya tidak apa-apa Rain tapi sebaiknya sekarang kamu masuk ke dalam ya, semoga saja Om kamu belum sampai di Rumah," kata Bintang dengan raut wajah panik serta khawatir kalau Rain akan terkena marah dan juga dirinya tak bisa kembali mengajak gadis itu untuk makan di luar bersamanya. "Sepertinya Om Kai belum sampai Rumah karena mobilnya pun belum ada, bisa jadi kalau memang ia terkena macet saat ini atau mobilnya tiba- tiba saja masuk bengkel," jawab Rain sambil memperhatikan keadaan di sekitar Rumahnya. "Ya sudah aku pamit pulang sekarang ya dan kamu masuklah ke dalam," pamit Bintang sambil meraih helm cadangan yang sempat di pakai Rain barusan. "Oke sekali lagi terima kasih dan Maaf, kamu hati-hati ya pulangnya, nanti kabari aku jika memang sudah sampai Rumah," pesan Rain. "Siap, Sudah sana masuk ke dalam," perintah Bintang sambil menyalakan mesin motornya. sementara Rain menuruti perkataan Bintang untuk segera masuk ke dalam Rumah namun gadis itu sempat melambaikan tangannya sebelum Kai benar-benar pergi. "Apa Om Kai benar- benar belum pulang ke Rumah sampai mobilnya belum terlihat? tapi bisa saja kan kalau ia ada di dalam saat ini karena sesuatu hal?" gumam Rain yang sudah pucat akibat gugup takut di marahi oleh sang Om.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD