DILAMAR MAS EDY

545 Words
Aku berhenti disebuah taman setelah bertemu Ahmad. Duduk dan menangis sejadi-jadinya. Rasanya tubuhku benar-benar lemas setelah menangis beberapa hari. Hatiku kacau sekali. Orang yang sangat aku cintai, yang kupercayai bertahun-tahun tega menghianatiku. " Sudah gausah nangis terus. Dia bukan laki-laki yang baik. Kamu beruntung mengetahuinya sebelum pernikahan kalian. Ada banyak lelaki yang menginginkanmu. Kamu mandiri, cantik, baik, ramah, sopan dan pekerja keras. Jadi buat apa kamu nangisin dia." Aku tersontak melihat Mas Edy yang tiba-tiba duduk disampingku sambil mengulurkan tisu. " Kok Mas ada disini sih ?" Tanyaku heran sambil mengusap air mataku. " Aku tadinya mau menemui kamu di tempat kerjamu. Tapi aku melihat kamu keluar dari cafe seberang dan mengikutimu. Ternyata kamu malah nangis disini." Jawabnya kepadaku. " Rasanya sakit banget, Mas. " Jawabku. " Memang begitu, obatnya hanya waktu. Perlahan kamu akan terbiasa meskipun lama. Sakit hatimu akan berkurang setiap harinya. Jika kamu ingin obat yang lebih cepat, maka cari penggantinya. " Ujarnya begitu santai. Aku pun seketika menoleh kepadanya. Dalam hatiku berkata. " Gila ya ni orang. Baru aja putus dari pacaran 10 tahun yang hampir nikah. Malah disuruh buru-buru cari pengganti." Batinku. " Nggak semudah itu, Mas." Hanya itu yang keluar dari mulutku. " Gini, apa yang kamu dapetin dari pacaran bertahun-tahun ? Dihianatin kan. Bukankah kalau kamu menemukan orang yang pas sesuai kriteriamu, dan dia juga cocok dengamu, lebih baik kalian segera menikah bukan. " Jelas Mas Edy kepadaku. " Kalau gak cinta gimana ?" Tanyaku kepadanya. " Cinta akan datang karna kebiasaan, ketulusan, dan kasih sayang. Orang yang menyayangimu dengan tulus akan langsung menghalalkanmu. Bukannya malah mempermainkanmu dan menghianatimu. Setelah selalu bersama-sama, nanti juga akan cinta." Jawabannya sungguh diluar dugaanku. " Lantas apakah ada yang seperti itu ?" Aku yang grogi tidak tau harus menjawab apa lagi. " Ada. Aku. Aku menyukaimu semenjak pertama kali aku melihatmu datang bersama Ahmad di perayaan ulangtahun kantor. Kamu dengan gaun pink yang kamu kenakan, rambut lurus sepinggang yang terurai, dan senyum manismu. Kamu begitu menawan. Tapi aku menepis perasaanku karna aku tau itu hal yang salah. Tapi setelah melihat Ahmad menyia-nyiakanmu didepan mataku sendiri, aku tidak terima. Jadi, menikahlah denganku. Aku berjanji akan selalu menyayangimu dan tidak akan pernah mengecewakanmu apalagi menghianatimu. " Kata-katanya yang begitu tenang, berwibawa, dan tatapannya yang begitu manis membuatku terlena. " Apakah aku dilamar ? Apakah ini mimpi ?" Batinku bergejolak. Spontan aku mencubit pipiku sendiri. Dan "Aw" Sakit sekali rasanya. "Berarti ini bukan mimpi. Mas Edy benar-benar melamarku. Apa yang harus aku katakan." Hatiku berbicara Mas Edy hanya tersenyum melihatku yang salah tingkah. " Mas serius ?" Tanyaku heran. " Aku tidak pernah main-main dengan kata-kataku." Jawabnya tegas. " Aku gabisa jawab sekarang, Mas. Hatiku masih kacau sekali." Jawabku galau. " Aku tau, tapi aku justru ingin mengobati sakit hatimu. 3 hari lagi aku kerumahmu bersama keluargaku untuk melamarmu." Tuturnya kepadaku. Aku hanya bengong mendengarnya. "Orang ini ngigo apa gimana sih." Batinku. " Yuk aku antar pulang." Ajaknya kepadaku. " Gak usah, Mas. Aku bawa sepeda motor. Mas pulang saja, nanti aku pulang sendiri." Jawabku. " Sebenarnya aku ingin nemenin kamu disini, tapi aku harus menemui sesorang. Maaf ya, aku pulang dulu." Katanya enggan. Aku tau dia orang yang jujur. " Gpp kok, Mas. Mas pulang aja." Jawabku sambil tersenyum. Dia pun tersenyum dan meninggalkanku.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD