Bab 1 – Anak Bungsu yang Gak Dianggap

215 Words
Judul: Si Jelek Anak Bungsu Itu? Sekarang Semua Minta Maaf. Penulis: ramlah Bab 1 – Anak Bungsu yang Gak Dianggap "Aku nggak minta lahir jadi bungsu. Tapi kenapa rasanya kayak kutukan?" Nama aku Dinda. Anak terakhir dari tiga bersaudara. Harusnya jadi kesayangan, kan? Tapi nyatanya… aku cuma bayangan yang orang rumah pun enggan lihat lama-lama. Setiap hari aku bangun dengan doa yang sama: "Semoga hari ini gak ada yang hina aku." Tapi doa itu kayak bercanda. “Dinda! Jangan duduk di situ, nanti tamu kira kamu pembantu!” teriak Kak Lita dari ruang tamu. Aku berdiri buru-buru. Senyum dipaksain. Batin digerus pelan-pelan. “Bener juga tuh,” sahut Mama sambil tertawa kecil. “Kalau ada orang, kamu mending di kamar aja ya, sayang.” Sayang? Hah. Kata itu rasanya udah lama dikubur. Di sekolah pun sama. Bahkan lebih kejam. “Lo jelek banget sih, Din. Lo tuh spesies langka tau gak?” ejek Farah sambil ketawa sama gengnya. Aku cuma bisa diem. Nunduk. Nangisnya nanti aja. Di kamar. Sendiri. Dan malam itu, aku buka aplikasi Notes. Satu-satunya tempat yang mau denger curhatku tanpa ngejek balik. > “Hari ini aku dibully lagi. Katanya aku jelek, gak pantes duduk sama mereka. Aku pengen pergi. Tapi kalau aku pergi… siapa yang bakal nyari?” Jawabannya? Gak ada.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD