Bab 20 : Kak Daniel

1035 Words
Setelah berlambat – lambatan di UKS, Keira dan juga Olive memutuskan untuk pulang dan saling menunggu satu sama lain. Memang, jam sekolah sudah bubar. Hanya tinggal beberapa orang yang mengikuti eskul dan juga beberapa orang lain sedang menunggu jemputan. Seperti yang sedang Keir dan Olive lakukan. Sebenarnya, Olive ikut menunggu Keira menunggu jemputannya. Hanya saja, Olive tidak penrha meninggalkan Keira dengan keadaan menunggu, Teman sejati bukan ? Olive sudah di tunggu supirnya dari setengah jam yang lalu. Namun, Keira belum juga di jemput oleh supirnya. “Lo bisa pulang duluan kalo lo mau, Liv.” Kata Keira pelan. Sekarang Olive menggeleng, “masa gue ngebiarin lo buat nunggu di sini sendirian ? ” Tanya Olive pelan, kemudian perutnya berbunyi, “hehe, lo ga papa gitu ? ” tanya Olive lagi. Keira terkekeh pelan. “Iya ga papa, gue bisa sendiri kok.” Kata Keira. “Gue masih nunggu telepon dari supir gue deh.” Kata Keira lagi memainkan ponselnya di tangannya. Olive sebenarnya tidak enak untuk meninggalkan Keira sendiri. Namun, yang terlihat bahwa Keira benar – benar tidak ada ketakutan di dunia ini. Dia bisa dengan seberani itu menyebutkan bahwa dirinya bisa sendiri di sini. Padahal, dia seketakutan itu ketika melihat hantu yang menyeramkan. Tapi, Keira benar – benar bisa menyembunyikannya dengan baik. Setidaknya supir Keira mungkin tersesat di jalan tanpa membawa ponselnya. Menjadikan dia terlambat untuk menjemputnya. Kemudian, yang Keira tahu adalah sopirnya bukan orang yang pemalas. Dimana dirinya bahkan tidak pernah terlambat sedkit pu ketika menjmeput Keira. Mungkin alsannya akan cukup jelas ketika dia nanti sampai di sini. Selepas kepergian Olive dari sisinya, Keira merasa cukup kesepian. Dia mungkin tidak biassa untuk duuk diam seperti ini di sini. Jean juga mendadak tidak ada di sini ketika Keira membutuhkannya. Jean mungkin akan ada saat Keira tidak membutuhkannya. “dasar benar – benar hantu.” Ucap Keira mengomel untuk dirinya sendiri. Selanjutnya yang terjadi, Keira akan maasuk ke dalam permainan di ponselnya yang bahkan menurut Keira tidak menyenangkan seperti pertama kali ia mainkan. Kekika dirinya benar – benarr suda h ada di dalam game yang sudah ada, ponsel Keira benar – benar di rebut dengan paksa dari tangannya. “Apaan sih ? ” tanya Keira. Dia benar – benar akan memarahi siapa pun yang ada di depanya kali ini. Namun, Keira merasa bahwa dirinya tidak berhak karena drinya orang yang sngat aneh menuru Keira. Dia adalah orang yang sama yang kerap kali memergokinya sedng berbicara dengan hantu termasuk dengan Jean. Dan Keira tidak erani untuk memaknya karena alasan yang klise. Dimana Keira mungkin bisa saja d anggap gila karena berbicra sendiri. Dan orang ini mungkin bisa dengan gampang dan mudahnya, menyebarkan bahwa dia benar – benar seorang yang gila. “Lo, ngapain sih ? ” tanya keira memelankan suaranya. Orang di depannya kini tersemyum dengan ciri khasnya. Keira baru melihatnya atau Keira yang baru menyadarinya jika orang di depannya tampan. Belum lagi lesung pipinya yang ada sekaligus di dua sisi pipinya. Lalu dia benar – benar menyadari bahwa cowok di depannya bahkan lebih tampan dari biasanya. “Kei!” sahut orang yang berteriak dari sampingnya. Sebenarnya dia benar – benar merasa bahwa dia ingin sekali berteriak untuk memaki orang yang tadi memaggilnya. Dia bahkan benar – benar ingin sesekalli meaki orang yang sedng berlari ke arahnya. Karena jarang sekali dia berteriak, memaki atau pun memarahi orang di depannya sekarang. Alasan Keira ingin memaki, memarahi, menceramahi dan menggerutu orang yanng memangilnya itu karena ia benar – benar meru*sak sesuatu yang indah yang sedang ia pandang itu. Tentu saja memandang apa yang pantas untuk di pandang lama adalah wajah tampan orang di depannya. “Eh kak Daniel ,” kata Olive dengan gaya centilnya. Kak ? Daniel ? Keira benar – benar merasakan bahwa dia baru melihat orang ini. Sehingga dirinya benar – benar merasa asing dengan orang di depannya. Keira merasa bahwa apakah dirinya benar – benar sangat asing dengan lingkungannya atau bahkan dengan keadaan ini, dia benar – benar merasa bahwa dia bodoh sekali karena dia begitu cuek dengan apa yang ada di lingkungannya. Laki – laki yang ada di depan mata Keira mengangguk tanpa senyum. Senyumannya mendadak hilang begitu saja. Bahkan dengan ini, Keira merasa aneh. Padahal, tadi Keira merasa bahwa dia tersenyum ke arahnya. Keira menatap orang yang masih memegang ponselnya, dia menatapnya juga. Lalu, matanya berpaling kepada seseorang yang tadi memanggilnya. “apaan sih, Liv.” Kata Keira pelan. “Pak Warto.” Kata Olive, sebagaimana yang di ketahui oleh olive, pak Warto ini adalah supirnya Keira, “mobilnya mogok terus dia ga bawa hp katanya.” Ucap Olive lagi. Keira mengerjap. Pantas saja dia sedari tadi duduk di sana dan tidak ada kepastia dari seoran supir yang ada, “terus penting banget lo balik lagi ? ” Kata Keira, “gue mau pesen taxi online aja sih.” Kata Keira lagi. Olive nyengir, “ya gue kan cuman mau mnegingatkan dan ngasih tau doang.” Kata Olive, “dia lagi benerin mobilnya kok. Gue udah panggilin montir buat ke sana.” Kata Olive lagi. Keira mengangguk, “makasih ya. Lo bukannya ada les ? ” tanya Keira kepada Olive yang sedang ada di sini, “terus, lo udah makan ? Bukannya lo balik duluan karena perut lo yang-“ kata Keira di potong karena Olive menutu mulutnya. Olive menggeleng, “ga usah bilang – bilanng juga sih,” kata Oive berbisik di samping telinga Keira. Keira terkekeh . olive ini banyak sekali gengsinya. Dia gengsi karena mungkin saja ada Kak Daniel yag di sapanya dulu oleh Olive. “iya engga deh eggak.” Kata Keira pelan kemudian dia benar – benar ada di fase dimana dia sedang malu karena Olive. “ya udah deh, gue duluan kalo gitu,” kata Olive. Keira mengangguk, “hati – hati ya lo.” Kata Keira lagi. Olive mendengus, “iya.” Kata Olive pelan mendengus kepada Keira, lalu matanya menatap kak Daniel, “duluan ya, kak.” Kata Olive kepada kak Daniel. Keira tertawa keci, “ganjen lo deh.” Ucap Keira lalu menatap Olive yang mengerutkan bibirnya. “Jadi, siniin hp gue.” Kata Keira kembali kepada kak Daniel ini. “ya udah, ikut gue dulu.” Kata kak daniel melenggos begitu saja.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD