Bab 19 : Tertarik?

1052 Words
Ketika Keira memnunjuk sisi ranjang lain yang sedang ia pakai untuk Olive, tentu saja mendadak Olive merinding di buatnya. Dia memang tidak bisa menyapa atau bahkan tidak tahu bagaimana bentukan dari hantu Jean, yang pasti mendengar ada Jean satu ruangan dengannay saja membuat bulu kuduknya kerap sekali berdiri. Setidaknya, Kiera benar – benar berhasil membuat Olive takut sekaligus penasaran dengan Jean. “Katanya lo mau kenalan sama dia?” tanya Keira pelan. Setelah kejadian yang menyeramkan tadi, Keira benar – benar tidak ada kapok – kapoknya. Dia bahkan bisa bercanda dalam kurun waktu dua jam setelah dia tadi pingsan karena melihat sosok yang menakutkan menurutnya. Olive jadi bingung sendiri. Bagaimana juga perasaan Keira setelah dirinya benar – benar di hantui oleh hantu yang menakutkan. Mendengar dari ceritanya saja, Olive bergidik tidak ingin membayangkan apa yang sudah Keira rasakan. Dia juga tidak ingin memmbayangkan bagaiamana sosok hantu itu yang di lihat oleh Keira. Dia benar – benar cukup takut walau pun hanya sekedar untuk mendengar ceritanya saja. Keira benar – benar tidak tahu bagaimana juga dirinya bisa dengan baik emnceirtakan detailnya. Jika menjjadi Keira, kemungkinan besar, Olive tidak bisa menceirtakan secara detail seperti itu. Jika menceritakan dengan detail seperti itu, kemungkinan Olive harus membayangkan bagaimana sosok hantu itu lagi. Dan mungkin saja jika kejadian itu menimpa seorang Olive dan dirinya sendiri yang melihat sosok hantu itu, Olive mungkin akan pingsan untuk yang kedua kalinya jika dia harus membayangkan apa yang sudah ia lahiat tadi. Setidaknya, Olive merasa bersyukur mempunyai penglihatan yang normal. Dia memang penasaran akan sosok seorang Jean. Namun, tetap saja, dia tidak ingin menenmuinya. Apalagi ketka suasanya sendirian dan emncekam. Mungkin Olibe akan memilih untuk kabur dari sana daripada harus berurusan dengan hantu semacam yang tadi Keira ceirtakan. Dan kenapa juga sebenarnya hantu itu ada di kelasnya. Keira juga kenapa harus bertatapan dengan hantu itu. “Ga tau juga gue.” Kata Keira mendadak membuat Olive sadar akan lamunannya. Dia sudah dengan sangat baik membayangkan bagaimana jadinya apa bila Olive menjadi seorang Keira. Namun, yang di lakukan Keira kali ini membuat bayangan itu hilang begitu saja. Olive dengan secara jelas melihat Kiera berbicara sendiri. Dirinya juga seakan menjawab pertanyaan yang tadi Olive ajukan di dalam hati. “Kenapa, Kei?” tanya Olive dengan sangat hati – hati. Sebenarnya, Olive berhati – hati karena Keira sepertinya sedang mengobrol dengan Jean. Dan agar Jean tidak merasa tersinggung olehnya, dia benar – benar berbicara dengan sangat hati – hati. Seolah ada hati yang harus ia jaga. Setidaknya, Olive memang bukan orang baik di dunia nyata. Tapi, mungkin saja Olive akan berbuat baik dan di puji dengan baik ketika dia menghormati keberadaan para hantu di dunia lain selain di dunianya. Keira menunjuk dengan dagu angina di depannya. Seperti ada sosok di sana namun tentu saja Olive tidak bisa melihatnya dengan mata telan^jang. Dimana Keira menunjuk sosok itu, Olive melihat arah yang di tunjuk oleh Keira. Olive merasa aneh ketika dengan sangat ringan Keira terkekeh, “lo liat kemana abjir.” Kata Keira pelan, “ini nih, di sini, Olive.” Ucap Keira menepuk bagian ranjang yang kosong di sebelah kakinya. Memang yang di lihat oleh Olive bahwa Keira menepuk bagian kosong dari ranjang yang sedang ia tempati, namun, yang sebenarnya Keira tepuk adalah bagian paha dari seorang Jean. Memang Keira berhasil menembus paha seorang Jean, namun, tetap saja, Keira berniat untuk menepuk paha seorang Jean. Setidaknya, itu yang di maksudkan Keira. Agar Olive juga tahu dimana keberadaan dari seorang Jean meski pun Olive tidak melihatnya. Setidaknya, Olive tidak melihat kemana saja begitu Keira menunjuk Jean walau pun hanya dengan dagunya saja. “Gue tadi di tanya sama Jean, kenapa hantu seperti itu bisa ada di sekolah,” ucap Keira menjawab apa yang di tanyakan oleh Olive sedari tadi. “Gue juga jawab ga tau. Karena sejujurnya, gue baru liat hantu semacam itu di sini.” Ucap Keira lagi. Benar. Keira memang biasanya di hadapkan dengan hantu – hantu dengan wajah dan juga anggota tubuh lengkap tanpa goresan, sehingga pernah sekali Keira merasa bahwa semuanya yang ada di sini dan apaa yang sudah di lihatnya adalah orang biasa bukan hantu karena memang sulit sekali untuk membedakannya. Keira juga merasa bahwa dia baru saja menemui hantu yang paling menyeramkan dari pada hantu – hantu lainnya. Dimana dirinya memang tidak pernah mau melihat hantu yang seperti itu. Namun, tetap saja, sebagaimana baiknya seorang hantu, mereka masih membawa bekas kematiannya. Dimana mungkin hantu seperti Jean memang dalam keadaan baik – baik saja setelah dia mati. Dan juga hantu – hantu lain yang pernah di lihat oleh Keira adalah hantu – hantu yang bisa dengan sendirinya memperbaiki diri atau memang mereka yang sudah baik – baik saja saat mereka mati. Tentu saja Keira benar – benar mempelajari semuanya dengan singkat. Mungkin Keira bodoh dan tidak baik dalam akademik, tapi dirinya bisa berpikir untuk yang satu ini. Setidaknya pengalaman membuat Keira lebih pandai. Dan dia tidak memiliki pengalaman dari mata pelajaran, jadi, dia mungkin bisa id katakan bodoh karena dia tidak memiliki pengalaman di dunia itu. Buktinya, ketika dia sedang mempelajari berbagai macam kehidupan hantu, dia langsung paham dan mengerti juga bisa membaca kondisi dan situasinya. Tidak seperti mata pekajaran yang ada di sekolahnya, sudah sulit gurunya killer pula. Mana bisa paham begitu saja. Tertarik juga tidak. “Apa lo bisa tanya sama hantu itu?” tanya Olive. Keira menghembuskan napasnya berat, “hantu di rumah gue ada yang menyeramkan. Dia selalu ngintilin gue kamana pun gue pergi di dalam kamar. Dia sosok yang menyeramkan. Dimana matanya hampir keluar dengan lidah yang menjulur.” Kata Keira, “gue bisa ngajak ngobrol dia karena dia mau berganti penampilan dan dia menjadi cantik dalam segi penampilan sekarang. Gue ga yakin kalo hantu yang gue liat barusan bisa dengan senang hati mengganti penampilannya buat ngobrol sama gue,” ucap seorang Keira. Olive hanya mengangguk. Keira menggeleng tanpa Olive bertanya apa pun. Mungkin Jean yang sedang bertanya. “Ga yakin gue bisa kuat buat liat hantu itu lagi.” Kata Keira menjawab pertanyaan yang di ajukan Jean, “harusnya lo dong yang coba ngobrol sama dia, sama – sama hantu ini.” Kata Keira kemudian terkekeh. Mata Keira menangkap Olive yang seakan tertarik dengan apa yang sedang Jean dan juga Kiera obrolkan, “apa lo?” tanya Keira kepada Olive, “tertarik?” tanyanya pelan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD