"Mas Fahri cuma bawa segini saja barangnya?" tanya mika sembari memberikan travel pouch ukuran sedang yang sudah penuh dengan beberapa strip suplemen dan vitamin. Fahri menerimanya lalu di masukkan ke dalma sebuah koper berwarna abu-abu berukuran mini.
"Saya gak tau beberapa hari disana, jaga-jaga kalau ibu tiba-tiba dateng kesini" Kata Fahri memastikan sebelum ia menutup kaca di sampingnya. mika hanya menangguk, netranya mengikuti bayangan mobil Fahri yang kini sudah meninggalkan area halaman rumah. langit terlihat mulai menggelap awan-awan hitam pun juga mulai berkumpul seakan memberitahu penghuni tanah jika mereka akan menurunkan hujan. Mika merasa pagi ini terasa lebih dingin dari biasanya ia menyilangkan kedua tangannya mengusap-usap kedua bahunya "wah, dinginnya. yuk cepetan berangkat kerja" kata Mika sembari berjalan memasuki rumah.
.
.
berdiri di antara balkon Terlihat sepasang sejoli yang sedang di mabuk asmara, seperti enggan terpisah saling mengeratkan genggaman jemari yang saling betautan, sekilas saling mengumbar senyuman pada satu sama lain. Gemuruh angin mengembara Datang berembus di tepi pantai Bersama obak yang silih berganti Menerpa karang di tepi pantai di bawah yang tak jauh dari mereka mereka . tak begitu banyak pengunjung di pantai ini karena memang pantai yang lumayan kecil di lengkapi resort yang sangat nyaman karena keamanan yang terjamin.
desiran angin pantai menghempaskan tatanan rambut berambut coklat bergelombang, sang lelaki yang dengan sigap menjadi tameng membawa sang wanita ke dalam dekapananya, dengan senyuman yang tak pernah luntur dari bibir keduanya.
"Fahri, kita beneran kesini ya" ujar salma mengurai pelukan Fahri.
"Iya sayang. bukanya ini yang dulu pernah aku janjiin, kamu sendiri pengen kesini kan?"balas fahri tenang. sambil mengamati pemandangan alam yang memanjakannya setibanya datang kemari.
"kamu masih inget aja" jawab salma malu-malu. Fahri hanya tersenyum meilhatt tingkah wanitanya ketika sedang tersipu malu. rambut salma yang kini sudah tak serapi sebelumnya karena angin yang menerpanya berhembus kencang, Salma teringat sesuatu namun segan untuk bertanya. fahri yang mengetahuinya pun enggan bertanya, ia merasa ini adalah harinya dengan wanita pujaannya jadi ia tak ingin merusak mood wanita yang kini tak se sumringah tadi.
"Ada apa?"tanya fahri lembut.
"umm.. gak apa-apa kok" salma terlihat sedang menimang-nimang pertanyaan selanjutnya.
"soal dia, aku sudah beritahu dia jika aku gak pulang untuk beberapa hari." jelas fahri lembut namun terdegar tegas.
"Tapi bagimana jika ketahuan, nanti aku di kira selingkuhan kamu, fahri" tuduh salma. fahri pun terbahak-bahak mendnegar penuturan salma soal perselingkuhan yang akan menerpa dirinya. Salma pun di buat kesal dengan reaski fahri yang terlihat begitu santai sedangkan dirinya saat ini di penui kekhawatiran, salma mencubit perut fahri yang tidak di penuhi oleh lemak.
"Aduh, sal.. sakit tau" rengek fahri yang kini mengusap-usap perutnya yang sebenarnya tidak terasa sakit.
"habisnya kamu" salma jengkel ia memajukan bibirnya seperti kerucut , fahri merasa puas dengan menjahili salma yang di rasa sangat lucu menurut fahri.
"kamu kan emang selingkuhan ku sayang" kata fahri di barengi kekehan. lalu menarik salma memeluknya dari belakang dengan begitu eram, menenggelamkan wajahnya ke dalam tengkuk salma yang membuatnya merasakan desiran aneh entah dari dirinya tau dari laut , salma hanya memejamkan matanya menikmati sentuhan di setiap jengkal yang fahri berikan.
"Aku cinta banget sama kamu dari dulu sampai sekarang,salma" tutur fahri, ia pun kembali menenggelamkan dirinya ke dalam tengkuk leher salma namun sedikit berbeda, karena saat ini erangan salma terdengar jelas karena kecupan yang lembut namun terasa menuntut dari segala arah, tangan-tangan fahri yang kini bergerilya kesana kemari mencoba memasuki dari balik dress hijau mint selutut yang kini puncak bahunya sudah terekspos, salma yang awalnya membiarkanya pun juga turut menikmati sentuhan fahri namun rasionalnya seakan kembali setelah rungu salma mendengar tawa ria yang tak jauh dari balkon dimana aksi keduanya yang terasa membuat udara di sekitar menjadi panas.
"ahh.ri..fahri, bentar bentar" salma membalikkan badanya dengan segera ia mencoba menghentikan fahri yang kini sudah di selimuti gairah. salma menangkap sorot mata gairah dari balik tatapan fahri yang mengunci. detik selanjutnya fahri terlihat menghela nafas kesal karena salma tiba-tiba menolak di tengah-tengah aksi mereka.
"apa lagi"tanya fahri kesal lalu menjatuhkan kepalanya pada bahu salma.
"Kita baru aja sampai loh, aku pengen jalan-jalan ke pantai dulu" kata salma sedikit manyun. Fahri ahirnya sadar dari hawa nafsu yang menguasainya. mendongakkan kepalanya lalu membenarkan posisinya seraya menatap salma yang kini tampak kacau karena ulahnya barusan, fahri terkekeh geli sambil membenarkan posisi neckline yang tak lagi pada tempatnya.
"iya..iya ayokk" Fahri meraih lengan salma menariknya mendekat.
keduanya berjalan beriringan, bergandengan tangan. terdengar canda tawa menghiasi liburan mereka kali ini, bercanda tertawa lepas seakan mereka lupa beban yang mereka tanggung. keduanya juga menghindari topik-topik yang dapat merusak kebahagiaan mereka saat ini. di mata orang lain mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan penuh kebahagian. membuat orang lain tersenyum melihat kebahagian yang tercipta dari raut bahagia yang terpancar dari wajah mereka masing-masing.
.
.
di lain tempat Mika tengah asik menikmati sore harinya dengan semangkuk mie kuah, jemarinya tengah sibuk menggonta ganti chanel TV yang di rasa setiap acaranya tidak begitu menarik. ia menatap sekilas jam di dinding, menyandarkan tubuhnya pada sofa menatap langit-langit dengan tatapan kosong.
"hari ini rumah serasa gede banget ya. ngapain ya setelah ini" kata mika sembari menelisik dari segala sudut dari tempatnya duduk.
.
.
.
bersambung...