#18

1132 Words

“Di usiamu, sudah berapa negara yang kamu datangi?” Pada suatu akhir pekan, setelah menonton film, aku dan Romeo berjalan kaki di jalanan Gangnam yang basah dan berkilauan, sebab cahaya lampu-lampu jalan yang berwarna-warni terpantul pada genangan-genangan air. Dingin memercik di telapak kaki ketika aku menginjaknya dengan sengaja. “Ada yang ingin kamu kunjungi?” Romeo bertanya balik. “Ada.” “Paris?” Aku tertawa. “Apa aku orang yang cukup romantis untuk pergi ke sana?” Dia mengendikkan bahu. “Jangan-jangan kamu ada niat membawaku ke sana? Makan malam di depan Eiffel Tower, misalnya?” “Tidak.” Romeo menyangkal, tapi wajahnya merah. “Kuno sekali! Sesuai namanya!” Aku terbahak-bahak dan berhenti sebelum dia semakin menekuk wajah, lalu memberinya jawaban. “Belanda.” Di sampingku, R

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD