#45

1114 Words

Hingga beberapa waktu kemarin, makan malam bersama Romeo, Mama Yona dan Papa adalah hal yang kupikir mustahil. Namun, kali ini sungguhan terjadi. Mama Yona mengangkat gelas anggur, mengatakan bahwa malam ini dirayakan untuk melepas masa lalu dan menyambut kebahagiaan yang baru. Papa menatapku dalam senyumannya. Romeo di sebelah, meraih tanganku dan meremasnya. “Selamat menyambut kebahagiaanmu, Annaku Sayang.” Mama Yona mencondongkan tubuhnya, memberiku senyumnya yang paling hangat. Rasa haru merebak. “Terima kasih, Ma. Aku benar-benar berharap ini adalah akhir dari segala hal buruk yang pernah kualami. Dan, terima kasih selalu mendukungku. Romeo, kamu juga. Terima kasih sudah sabar menghadapiku.” Aku tertawa, diikuti mereka. Kutatap Papa, hatiku lembut. “Terima kasih sudah kembali, Pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD