Vol. 46 Sempurna apanya? Hidupku yang sempurna dan terlihat bahagia itu ternyata penuh pertengkaran dengan Romeo. Hitung mundur. Kurang dari dua bulan sebelum pernikahan. Hari itu, ujian nasional baru saja berakhir dan kabar tentang pernikahan tersebar. Aku banyak diberi ucapan selamat oleh teman-teman. Mereka bahkan memberi bunga untukku dan sepakat mengadakan pesta untuk merayakan dua hal: pernikahanku dan selesainya ujian. Aku tidak datang dan itu memantik emosi Romeo. Aku tidak tahu, kapan tepatnya tunanganku itu menjadi lebih sensitif dan emosional. Dia malu karena aku, Si Calon Pengantin, justru tidak datang. Dia mengaku lama menunggu di pesta, tapi aku tidak juga datang. Dia bahkan menuduhku malu akan menjadi istrinya. “Aku lupa, Romeo. Lagipula, aku tidak suka keramaian. Kamu me
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


