#43

1126 Words

“Aku ingin pulang ke rumah Mama. Mungkin beberapa hari,” kataku, pada Romeo. “Oke, tentu saja. Ada yang harus kamu ambil?” Aku mengangguk, padahal berbohong. Semua keperluan sudah disiapkan Mama Yona, jadi aku tidak butuh apa-apa lagi. Aku ingin bertemu ‘Winter’. Ada yang harus kuselesaikan berdua saja. Aku membuka kunci, mendorong pintu, tahu-tahu ‘dia’—Winter dalam bayanganku, berdiri di hadapanku memberi senyuman lebar. Ruangan gelap, tapi cahaya bulan yang ikut masuk begitu pintu kubuka, menampakkan senyuman itu. Masih kuhindari tatapannya. Dia kemudian mengekoriku masuk, memberondong dengan seribu kata-kata. “Anna, kamu datang! Sudah kuduga, kamu pasti pulang. Ada yang ketinggalan? Jurnalmu? Buku sketsa? Oh, apakah kamu datang karena merindukanku?” Dia menanyakan semua itu sambil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD